Islam Nusantara Garis Kiri (Bagian V)

Islam Nusantara Garis Kiri (Bagian V)

Tanggapan atas tulisan Gus Ulil Abshar-Abdalla berjudul Islam Nusantara Sebagai ‘Cosmopolis’: Sejumlah Kritik dan Eksplorasi Teoretis Oleh: Saeful Ihsan, S.Pd., M.Pd. Islam yang progresif belum tentu langsung bisa disebut kiri. Sebab dewasa ini di Nusantara, mulai...
#7 Bagunkan dan Didik Rakyat!

#7 Bagunkan dan Didik Rakyat!

Perjuangan di tengah medan kebangsaan dan keumatan, dalam pandangan Tjokroaminoto, mestilah berbasis pada kondisi obyektif rakyat. Dari sanalah lokomotif perjuangan digerakkan. Ini bermakna bahwa untuk mengubah kondisi rakyat, modal utamanya adalah kekuatan rakyat itu...
Islam Nusantara Garis Kiri (Bagian V)

Islam Nusantara Garis Kiri (Bagian IV)

Tanggapan atas tulisan Gus Ulil Abshar-Abdalla berjudul Islam Nusantara Sebagai ‘Cosmopolis’: Sejumlah Kritik dan Eksplorasi Teoretis Oleh: Saeful Ihsan, S.Pd., M.Pd. Saya kira Islam itu tidak selesai dengan ritual. Apa guna kita penuhkan ibadah sehari semalam...
Islam Nusantara Garis Kiri (Bagian V)

Islam Nusantara Garis Kiri (Bagian III)

Tanggapan atas tulisan Gus Ulil Abshar-Abdalla berjudul Islam Nusantara Sebagai ‘Cosmopolis’: Sejumlah Kritik dan Eksplorasi Teoretis Oleh: Saeful Ihsan, S.Pd., M.Pd. Kiri belum tentu komunis. Golongan kiri pada awalnya dialamatkan kepada parlemen Prancis selama masa...
#7 Bagunkan dan Didik Rakyat!

#6 Sekuat-kuatnya Takut

Mengapa Tjokroaminoto meletakkan rasa takut kepada Allah sebagai landasan gerak perlawanan yang digerakkan ya sepanjang hayat? Sebab meyakini bahwa sekuat-kuatnya takut kepada Allah akan mendorong seseorang untuk tidak lagi takut pada segenap anasir-anasir hidup yang...