#7 Bagunkan dan Didik Rakyat!

Penulis Tadbir
06 January 2023

Perjuangan di tengah medan kebangsaan dan keumatan, dalam pandangan Tjokroaminoto, mestilah berbasis pada kondisi obyektif rakyat. Dari sanalah lokomotif perjuangan digerakkan.

Ini bermakna bahwa untuk mengubah kondisi rakyat, modal utamanya adalah kekuatan rakyat itu sendiri. Karena rakyat punya potensi kekuatan besar, tinggal perlu diaktualkan.

Tugas para pemimpinlah memandu transformasi sosial dengan membangunkan rakyat, yang ibarat kata sedang tertidur lelap dininabobokan oleh realitas kesejahteraan semu.

Tjokroaminoto yakin sedalam-dalamnya, “Apabila rakyat sudah bangun dari tidurnya, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi pergerakannya.

Sejalan dengan teriakan Marco Kartodikromo, “Didiklah rakyat dengan pergerakan”,  Tjokro menjatuhkan pilihan pada upaya persatuan, melalui organisasi pergerakan berbasis Islam.

Lalu, mengapa Islam? Ini bukan semata karena sentimen keagamaan dan politik identitas sempit. Pilihan ini didasari oleh analisis geopolitik dan geostrategis  bahwa Islam me jadi anutan mayoritas anak bangsa.

Tentu saja, Islam yang dimaksud oleh Sang Guru Bangsa adalah Islam yang sejati, Islam yang peduli dan mengabdi pada rakyat, bukan Islam yang kehilangan watak sosialisnya.

~Kasman McTutu

Bagikan