Mengapa Tjokroaminoto meletakkan rasa takut kepada Allah sebagai landasan gerak perlawanan yang digerakkan ya sepanjang hayat?
Sebab meyakini bahwa sekuat-kuatnya takut kepada Allah akan mendorong seseorang untuk tidak lagi takut pada segenap anasir-anasir hidup yang bisa menggoyahkan komitmen kejuangan.
Seseorang yang masih takut pada kejamnya penguasa, khawatir pada kemiskinan dan kehilangan harta-benda, serta was-was akan ditinggalkan anak dan bini, tak layak menyandang gelar pejuang.
Itulah sebabnya, Tjokroaminoto selalu mewanti-wanti, “Tiap-tiap orang Islam tidak harus takut kepada siapa atau apapun juga, melainkan diwajibkan kepada Allah saja”.
Tentu, ini bukan bermakna bahwa kita menjadi pemberani yang membabi-buta, ketidaktakutan pada selain Allah mesti diterapkan secara terukur dan terencana berdasarkan pertimbangan strategis.
Inilah makna secerdas-cerdas siasah, ikhtiar mengibarkan bendera keberanian, dengan langkah-langkah taktis yang terukur dan terkendali yang mengedepankan pendekatan setinggi-tinggi ilmu.
~Kasman McTutu