Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kota Padang mengacung jempol atas kinerja Pemerintah Kota Padang dalam merespon cepat terhadap bencana yang melanda berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh beberapa waktu lalu.
Ketua PC Pemuda Muslimin Indonesia Kota Padang, Afdal Dinilhaq menyampaikan bahwa pujian tersebut ada bukti nyata kinerja Walikota Padang beserta jajaran. Bahkan presiden pun ikut memberi pujian atas gerak cepat Pemko Padang tangani dampak bencana.
“Sebagai seorang kepala daerah dengan gelar datuak, Fadly Amran memegang teguh falsafah barek samo dipikua, ringan samo di jinjiang, ka hilia sarangkuah dayuang, ka mudiak saantak galah, mandapek samo balabo, kahilangan samo marugi.” Jelas Afdal.
Banjir besar di bulan November 2025 yang melanda berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh telah mengakibatkan ribuan nyawa meninggal dunia, hilang, jembatan putus, puluhan ribu jiwa mengungsi di tempat pengungsian.
Wali Kota Padang, Fadly Amran dengan sigap menetapkan status darurat bencana pada 25 November 2025 sebagai langkah antisipasi dan peringatan peningkatan kewaspadaan kepada masyarakat Kota Padang.
Setelah itu, Fadly Amran langsung berjibaku bersama pemerintahan Kota Padang, TNI/Polri, Basarnas, BNPB, BPBD, relawan dan masyarakat untuk penanganan banjir bandang yang melanda lima kecamatan di kota Padang: Kecamatan Pauh, Nanggalo, Koto Tangah, Padang Utara dan Kuranji.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Fadly Amran mulai mendorong seluruh elemen untuk berkontribusi bersama-sama dengan semangat gotong royong untuk bangkit dan pulih bersama.
“Kita tunggu program Pemko Padang sedang menyiapkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Kita berharap Kota Padang kembali pulih, tentu tetap dengan semangat batolong-tolongan.” Pungkas Afdal Dinilhaq.
