Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, Muhammad Kasman menegaskan bahwa pembinaan generasi muda muslim yang menjadi isu mendasar semua organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) membutuhkan pendekatan kolaboratif bila menginginkan lahirnya kader muda umat yang progresif.
Hal tersebut diungkapkan Kasman usai bertemu dan berdiskusi mengenai urgensi pembinaan generasi muda umat, dengan Ketua Umum PB HMI MPO, Handy Muharam Nataprawira dalam sebuah acara beberapa waktu lalu di Kantor DPD RI Sulawesi Selatan di Makassar.
“Kalau kita mau melahirkan kader umat yang bebas dari sektarianisme kelompok atau ashabiyah, maka kita harus bersikap legowo dengan mengutamakan kerja sama, komunikasi efektif, dan sinergi antarindividu atau kelompok untuk pencapaian tujuan bersama.” Ujar Kasman
Handy Muharram menyambut baik dan mengapresiasi positif apa yang disampaikan oleh Kasman. Baginya, memang dibutuhkan komitmen bersama untuk saling mendukung dalam proses pembinaan generasi muda muslim. Kolaborasi akan mendorong sinergi antar OKP dalam melahirkan kader umat dan bangsa.
Menurut Kasman, salah satu penerapan pendekatan kolaboratif secara teknis adalah dengan saling membuka ruang dialog bagi pihak lain untuk hadir dan berbagi. Seperti saling bertukar narasumber dalam berbagai pelatihan kader yang digelar masing-masing OKP.
“Pendekatan kolaboratif ini membutuhkan kesediaan semua pihak untuk terlibat dalam pembagian sumber daya, dan saling menghargai kontribusi, serta keterbukaan ide. Tanpa itu semua sinergi tak ada terwujud.” Terang Kasman.
Melalui kolaborasi, ide-ide yang ter-diseminasi pada masing-masing OKP akan diperkaya perspektifnya dengan ide-ide dari OKP lain, sehingga diskursus yang terbangun adalah diskursus yang saling menguatkan, bukan saling menafikan.
Pada pertemuan tersebut, Kasman sekaligus menyerahkan bukunya yang berjudul ‘Notasi Di Beranda Pura’ sebagai tanda persahabatan dan kesediaan untuk berbagi perspektif serta sudut pandang secara terbuka.
