Lajnah Tanfidziyah Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam Indonesia (LT DPW SII) menetapkan bahwa bulan Syakban 1447 H digenapkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Kamis, tanggal 19 Februari 2026.
Penetapan tersebut disebarluaskan kepada khalayak dan jamaah Syarikat Islam Indonesia di seluruh penjuru tanah air melalui Maklumat Nomor 0289./ B.4/LT/DPP-XXXIX/2/2026, tanggal 26 Syakban 1447 H bertepatan dengan 14 Februari 2026 M tentang Penetapan 1 Ramadan 1447 H Bagi Kaum Syarikat Islam Indonesia.
Syarikat Islam Indonesia berkeyakinan bahwa rukyah dan hisab saling berkaitan erat dan saling menguatkan satu dan lainnya, rukyah yang menjadi dasar sandaran dapat dipedomani dan dilakukan dengan memperhatikan dasar hisab yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan rukyah, ijtimak/konjungsi terjadi menjelang terbenam matahari pada tanggal 29 Syakban 1447 H bertepatan tanggal 17 Februari 2026, pukul 17:45:44 WIB, tinggi hilal 0°7’8’’/0,0865 meter, letak hilal di Selatan dan posisi miring ke utara. Dengan kondisi seperti itu, pada saat terbenam matahari tak satupun wilayah di dunia dapat melihat hilal (mustahil rukyah).
Presiden Lajnah Tanfidziyah Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam Indonesia, H. Muflich Chalif Ibrahim menjelaskan bahwa Maklumat tidak semata menetapkan 1 Ramadan 1447 H, tetapi juga menyerukan beberapa hal berikut kepada segenap Kaum Syarikat Islam Indonesia.
Pertama. Meluruskan dan menguatkan Niat bersungguh-sungguh mempersiapkan diri lahir dan bathin untuk melaksanakan perintah ibadah shiyam ramadan sehingga tercapai derajat taqwa yang menjadi tujuan ibadah shiyam ramadan.
Kedua. Pada tanggal 18 Februari 2026 hari Rabu malam mulai menjalankan salat sunah qiyamul lail (taraweh) dan amal-amal lainnya untuk kemudian mulai menjalankan shiyam ramadan pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
Ketiga. Tetap menjaga toleransi dan menghormati bagi saudara-saudara kita yang berbeda dalam penetapan awal ramadan 1447 H.
Keempat. Menjaga kesucian, kemuliaan, ketenangan dan menghidupkan syiar ramadan 1447 H, memperbanyak serta meningkatkan kesalehan diri dan sosial yang berpedoman kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah yang nyata.
