
Di tengah upaya pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat visi “Mandala Pengembangan Agrikultur Bernilai Tinggi, Ekonomi Hijau, dan Pariwisata Kelas Dunia” sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, organisasi Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) resmi memperkuat posisinya sebagai mitra strategis. Pelantikan kepengurusan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Barat dan Cabang (PC) Pemuda Muslimin Indonesia Kota Bukittinggi, yang digelar di Aula Kantor Balaikota Bukittinggi, Bukik Gulai Bancah, tidak hanya menandai regenerasi kepemimpinan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor untuk menjawab isu-isu krusial seperti pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, peningkatan keamanan sosial, dan peran pemuda dalam dinamika global Islam.
Acara yang dirangkaikan dengan diskusi panel bertema “Mengukuhkan Perjuangan Syarikat Islam Indonesia; Pemuda Muslimin Indonesia Berkontribusi Untuk Bukittinggi Menjadi Kota Perjuangan” ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan kunci, termasuk Plt. Kadispora Sumbar Dedy Diantolani, Staf Ahli Pemko Bukittinggi Melfi Abra, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sumatera Barat Kombes Pol Teddy Rayendra, S.IK., M.IK., Danramil 01 Bukittinggi Mayor Inf Karyoto, serta perwakilan Kesbangpol Sumbar dan Binda Bukittinggi. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam agenda pembangunan provinsi, di mana isu strategis seperti ekonomi hijau dan pengelolaan hutan menjadi prioritas utama untuk mencapai target RPJPD hingga 2045.
Dalam sambutannya mewakili Gubernur Sumatera Barat, Dedy Diantolani menekankan peran vital pemuda sebagai agen perubahan. “Pemuda sejati harus hadir dengan hati yang jujur dan ikhlas, serta didukung oleh karakter kuat untuk menjawab tantangan Islam sesuai perkembangan ilmu dan dinamika global,” ujarnya. Pernyataan ini selaras dengan 14 Proyek Strategis Provinsi Sumbar 2025, termasuk rehabilitasi bendung irigasi dan infrastruktur lainnya yang bernilai total miliaran rupiah, di mana pemuda diharapkan berkontribusi aktif untuk mendukung ekonomi berkelanjutan.
Sementara itu, Kombes Pol Teddy Rayendra, mewakili Kapolda Sumbar, menyampaikan optimisme atas kondisi keamanan provinsi yang relatif terjaga. “Kami berharap Pemuda Muslimin Indonesia dapat berperan dalam menjaga kondusivitas dan menutupi celah-celah kekosongan yang ada,” katanya. Di tengah isu keamanan nasional seperti pencegahan radikalisme dan pemeliharaan toleransi umat beragama seperti yang pernah menjadi sorotan di Bukittinggi terkait kebijakan keagamaan, kolaborasi ini dianggap sebagai langkah proaktif untuk memperkuat stabilitas sosial, terutama di wilayah dengan kearifan lokal Minang yang kental.
Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, M. Muhtadin Sabili, yang memimpin pelantikan, menegaskan komitmen organisasi sejalan dengan cita-cita H. Agus Salim. “Kami berharap Pemuda Muslimin dapat berkontribusi dalam pembangunan Indonesia dan menjaga marwah serta nama baik Islam,” tegasnya. Di bawah kepemimpinan baru Abidin Sulaiman, S.Pd., M.Kom. sebagai Ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Barat, dan Rizki Prasetyo Utomo sebagai Ketua PC Pemuda Muslimin Indonesia Kota Bukittinggi, organisasi ini siap mengintegrasikan semangat jihad dalam konteks modern, seperti yang dicontohkan dalam perjuangan historis Islam.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemuda Muslimin Indonesia dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar serta Polda Sumbar. MoU ini membuka jalan bagi program bersama, seperti penguatan pemuda dalam pencegahan konflik sosial dan dukungan terhadap agenda ekonomi hijau, yang menjadi akar masalah pembangunan di Sumbar menurut Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Diharapkan, inisiatif ini bisa menjadi model kolaborasi untuk mengatasi tantangan seperti pengelolaan sumber daya alam dan peningkatan partisipasi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi provinsi sebagai pusat perjuangan Islam di Indonesia.

Langkah ini tidak hanya memperkaya diskursus politik lokal, tapi juga menjanjikan dampak nyata bagi pembangunan Sumbar yang inklusif dan aman. Para pengamat politik menilai, dengan semangat seperti ini, Bukittinggi bisa semakin kokoh sebagai “Kota Perjuangan” di era modern.
