# Pemuda Muslimin Indonesia > Official Website ## Posts - [Pembukaan Majelis Syuro ke XIV Pemuda Muslimin Indonesia Digelar di Bogor, Seruan Perjuangan Kemanusiaan untuk Sumatera](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pembukaan-majelis-syuro-ke-xiv-pemuda-muslimin-indonesia-digelar-di-bogor-seruan-perjuangan-kemanusiaan-untuk-sumatera/): Bogor 8 Desember 2025. Majelis Syuro ke XIV Pemuda Muslimin Indonesia resmi dibuka di Green Forest Bogor pada Senin (08/12). Pembukaan kegiatan nasional lima tahunan ini disematkan secara resmi oleh Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Indonesia (PSII), yang menandai dimulainya rangkaian sidang agenda strategis organisasi. Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan nuansa keprihatinan nasional atas bencana besar yang terjadi di Sumatera. Dalam sambutannya, Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia H. Muhtadin Sabili menegaskan bahwa kongres tahun ini dilaksanakan dalam suasana duka yang mendalam. “Bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera bukan hanya menyisakan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menyisakan luka batin dan […] - [97 Tahun Pemuda Muslimin Indonesia: Saatnya Reset Total, Bro! Refleksi ala anak muda jelang Majelis Syuro XIV 2025.](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/97-tahun-pemuda-muslimin-indonesia-saatnya-reset-total/): Tau gak sih?? 25 November 2025, Pemuda Muslimin Indonesia resmi 97 tahun. Jangan cuma acara tiup lilin doang, tapi momen buat kita nanya keras-keras: “Kita masih relevan gak sih di 2025 ini?” 97 tahun itu hampir seabad, Bro. Organisasi pemuda seumur itu udah pada punah biasanya, tapi kita masih ada. Tapi “ada” doang gak cukup. Yang penting: kita masih punya nyali perjuangan gak? Jujur aja, banyak dari kita sekarang cuma sibuk ngurus administrasi, rapat sana-sini, foto bareng, terus pulang. Ideologi Tjokroaminoto? Udah kayak poster tua di dinding: ada, tapi gak dibaca lagi. 5 Penyakit Internal yang Lagi Ngerusak Kita Sekarang […] - [Kebocoran Negara Akibat Missinvoicing: Ancaman Besar bagi Ekonomi Indonesia](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/missinvoicing-ancaman-besar-ekonomi/): Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan sekaligus ancaman yang berat dalam merealisasikan Program Astacita dan Pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dalam memperbaiki sektor Penerimaan Negara serta meningkatkan Rasio Pajak demi mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%/th menuju Indonesia emas 2045. Kebocoran (Korupsi) besar tidak hanya terjadi pada APBN Indonesia namun yang lebih besar yang sering luput dari perhatian yaitu Kebocoran atau kehilangan dari sector Penerimaan Negara yang selama ini bertumpu pada sector Perpajakan dan Cukai. Salah satu kebocoran penerimaan Negara yang marak terjadi adalah Missinvoicing pada transaksi ekspor-impor komoditas unggulan Indonesia. Analis dari Lingkar Studi Perjuangan, Gede Sandra, menilai langkah Menteri Keuangan Purbaya […] - [PARADOKS GIZI GRATIS: Saat Negara 'Menyuapi' Racun di Tanah Minang](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/paradoks-gizi-gratis-saat-negara-menyuapi-racun-di-tanah-minang/): Dalam lanskap kebijakan publik, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai sebuah deklarasi ambisius: menanamkan pondasi kesehatan dan kecerdasan bagi generasi penerus bangsa. Secara teoretis, ini adalah visi yang memukau; sebuah investasi strategis pada modal manusia, menjanjikan peningkatan gizi, penurunan angka stunting, dan akselerasi potensi kognitif anak-anak Indonesia. Ini adalah janji untuk membangun masa depan yang lebih cerah, satu piring makanan bergizi pada satu waktu. Namun, ironi pahit menyelimuti narasi mulia ini. Di tengah gemuruh harapan akan masa depan yang lebih baik, kita dihadapkan pada realitas yang mencabik-cabik: laporan demi laporan tentang insiden keracunan makanan yang menimpa justru mereka yang […] - [Mengukuhkan Perjuangan Syarikat Islam Indonesia; Pemuda Muslimin Indonesia Berkontribusi Untuk Bukittinggi Menjadi Kota Perjuangan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pelantikan-kepengurusan-wilayah-pw-pemuda-muslimin-indonesia-sumatera-barat/): Di tengah upaya pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat visi “Mandala Pengembangan Agrikultur Bernilai Tinggi, Ekonomi Hijau, dan Pariwisata Kelas Dunia” sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, organisasi Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) resmi memperkuat posisinya sebagai mitra strategis. Pelantikan kepengurusan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Barat dan Cabang (PC) Pemuda Muslimin Indonesia Kota Bukittinggi, yang digelar di Aula Kantor Balaikota Bukittinggi, Bukik Gulai Bancah, tidak hanya menandai regenerasi kepemimpinan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor untuk menjawab isu-isu krusial seperti pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, peningkatan keamanan sosial, dan peran pemuda dalam dinamika global […] - [KONFERCAB XVII Pemuda Muslimin Indonesia: Saatnya Pemuda Sukabumi Ambil Peran Besar](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/konfercab-xvii-pemuda-muslimin-indonesia-saatnya-pemuda-sukabumi-ambil-peran-besar/): Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Sukabumi sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang (KONFERCAB) XVII dengan mengusung tema “Membangun Pemuda Muslim yang Berdaya, Bersatu, dan Berkontribusi untuk Sukabumi dan Indonesia.” Peserta Antusias Mengikuti Kegiatan Bertempat di Villa Situ Sukarame, Kecamatan Parakansalak, kegiatan ini dihadiri ratusan kader Pemuda Muslimin Indonesia dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Sukabumi. Setelah sesi pembukaan, acara berlanjut dengan diskusi kepemudaan yang menjadi perhatian utama para peserta. Dua narasumber hadir memberikan wawasan, yakni Fikri Abdul Aziz, SH., MH., M.Sos, seorang politisi, pengusaha, sekaligus praktisi hukum muda, serta Muhammad Khairul Huda, perwakilan Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia. Dalam paparannya, Muhammad Khairul Huda […] - [PW Pemuda Muslimin Indonesia Papua Barat Daya menggelar Turnamen Futsal Pemuda Muslimin Indonesia Cup I Tahun 2025](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/244051-5/): Kota Sorong, PW Pemuda Muslimin Indonesia Papua Barat Daya menggelar Turnamen Futsal Pemuda Muslimin Indonesia Cup I Tahun 2025 yang dipusatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Pancasila Kota Sorong, Selasa (2/9/2025). Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu hadir dan membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Gubernur Elisa menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemuda Muslim Indonesia yang telah mengadakan Turnamen Futsal Prmuda Muslimin Indonesia CUP I. la memberi apresiasi kepada pengurus Pemuda Muslimin Indonesia cabang Sorong yang telah menginisiasi pergelaran olah futsal tersebut. “Kita semua berkomitmen mengolahragakan dan memasyarakatkan olahraga,”ujarnya. Gubernur berharap turnamen ini akan berlangsung dalam suasana yang damai, tertib dan […] - [Menangkan Suara Hati Rakyat Indonesia](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/menangkan-suarahatirakyatindonesia/): Bismillaahirrohmaanirrohiim, Innalillaahi wainnailaihi Rooji’uun, Keluarga Besar Pemuda Muslimin Indonesia di seluruh Tanah Air menyampaikan Duka Cita mendalam atas jatuhnya 8 Korban Jiwa atas nama; Affan Kurniawan (21th- Ojol Jakarta), Sarinawati (26th- ASN Makassar), Saiful Akbar (43th- ASN Makassar), M. Akbar Basri (26th- ASN Makassar), Budi Haryadi (30th- ASN Makassar), Rusmadiansyah (26th- Ojol Makassar), Sumari (60th- Becak Surakarta), Reza Shendy P (21th- Mahasiswa Yogyakarta) serta Ratusan Korban Luka dari berbagai lapisan masyarakat dan Aparatur Keamanan Negara dalam Peristiwa Unjuk Rasa dan Kerusuhan yang terjadi pada tanggal 28-31 Agustus 2025 di berbagai daerah di Indonesia. Tragedi memilukan ini merupakan puncak keresahan rakyat […] - [Syarikat Islam Indonesia Minta Semua Pihak Redam Suasana Pasca Wafatnya Driver Ojol dalam Demo](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/syarikat-islam-indonesia-minta-semua-pihak-redam-suasana-pasca-wafatnya-driver-ojol-dalam-demo/): Syarikat Islam dorong pemerintah tindak aparat yang sebabkan driver ojol wafat. Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Indonesia (PSII),KH. Muflich Chalif Ibrahim meminta semua pihak untuk membantu meredam suasana setelah wafatnya seorang pengemudi ojek online dalam aksi demonstrasi pada Kamis (28/8/2025). Driver ojol bernama Affan Setiawan (21 tahun) itu meninggal dunia setelah tertabrak dan terlindas mobil Brimob di tengah aksi yang berlangsung ricuh. “Mengajak semua pihak para penyelenggara negara, aparat keamanan, sipil, tokoh agama dan tokoh masyarakat membantu untuk mendinginkan keadaan suasana,” ujar Chalif kepada Republika pada Jumat (29/8/2025). Ia pun menekankan pentingnya menahan diri demi menjaga keamanan dan kondusifitas bersama. “Jangan mau di adu domba dengan aparat […] - [Ketika Komisaris dan Direksi BUMN Mendapatkan Privilege dengan Gaji Luar Biasa: Di Manakah Keadilan di Negeri Ini](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/ketika-komisaris-dan-direksi-bumn-mendapatkan-privilege-dengan-gaji-luar-biasa-di-manakah-keadilan-di-negeri-ini/): Paradoks Keadilan di Negeri Bernama Republik Indonesia berdiri dengan janji luhur yakni menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Janji itu bukan sekadar semboyan, melainkan amanah konstitusi yang tertera dalam Pembukaan UUD 1945. Namun, di tengah gegap gempita demokrasi dan kemajuan ekonomi, kita menyaksikan paradoks yang mencolok dimana sebagian besar rakyat harus berjuang mati-matian untuk sekadar bertahan hidup, sementara segelintir elite menikmati privilege dengan gaji luar biasa besar. Fenomena ini paling nyata terlihat dalam struktur kepemimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). BUMN sejatinya diciptakan sebagai instrumen negara untuk menyejahterakan rakyat. Tetapi, kursi komisaris dan direksi BUMN berubah menjadi ruang eksklusif […] - [‎Pemuda Muslimin Sumatera Barat Gelar Pelatihan Kewirausahaan: Dorong Inovasi Anak Muda di Era Digital](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pemuda-muslimin-sumatera-barat-gelar-pelatihan-kewirausahaan-dorong-inovasi-anak-muda-di-era-digital/): Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Barat menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda dengan tema “Inovasi Bisnis Anak Muda di Tengah Transformasi Digital”, yang berlangsung di Aula Kantor MUI Kota Bukittinggi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas pemuda dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital. ‎ ‎Pelatihan ini menghadirkan narasumber nasional, yaitu Ketua Umum Terpilih Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PP SEMMI) Zulhadi Ariza, yang membawakan materi tentang entrepreneurship mindset dan penguatan ekonomi berbasis komunitas digital. ‎ ‎ Selain itu, Ketua Umum PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Barat Abidin Sulaiman turut memberikan pembekalan strategis terkait pentingnya integrasi nilai […] - [Kenapa Bendera One Piece Dikibarkan? Apa yang Salah dalam Mengelola Negeri Ini, dan Bagaimana Memaknai Kembali Kemerdekaan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/kenapa-bendera-one-piece-dikibarkan-apa-yang-salah-dalam-mengelola-negeri-ini-dan-bagaimana-memaknai-kembali-kemerdekaan/): Ketika Bendera Bajak Laut Berkibar di Negeri yang Merdeka Pada satu momen yang viral dan mengusik nalar bangsa, tampak sekelompok anak muda mengibarkan bendera Jolly Roger, simbol bajak laut dalam serial anime populer “One Piece” di tempat yang seharusnya sakral bagi bangsa ini yakni tiang bendera di lembaga atau tempat umum. Tidak sedikit yang mencemooh, mengaitkannya dengan keluguan generasi muda atau sekadar “gaya-gayaan anak Gen Z.” Namun di balik tawa dan cibiran itu, ada pertanyaan besar dan mendalam, kenapa mereka lebih memilih mengibarkan bendera bajak laut ketimbang Merah Putih? Opini ini bukan sekadar ingin menyalahkan para pelaku atau membela mereka. […] - [Kibarkan Merah Putih, Lambang Suci Gagah Perwira](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/kibarkan-merah-putih-lambang-suci-gagah-perwira/): Bendera Merah Putih adalah simbol sakral yang mewakili perjuangan, persatuan, dan identitas bangsa Indonesia, dengan makna keberanian dan kesucian yang mengakar dalam sejarah kemerdekaan. Sementara itu, fenomena pengibaran bendera ‘One Piece’ jelang HUT RI ke-80 mencerminkan dinamika sosial di kalangan generasi muda yang menggunakan budaya pop untuk menyuarakan kritik terhadap kondisi sosial-politik. Meski dianggap kreatif oleh sebagian pihak, aksi ini menuai kontroversi karena dianggap dapat merendahkan wibawa Bendera Merah Putih dan memicu polarisasi. Hukum tidak secara eksplisit melarang pengibaran bendera fiksi, tetapi pemerintah menekankan pentingnya menjaga kehormatan simbol negara. Fenomena ini menggambarkan ketegangan antara ekspresi modern dan nilai-nilai nasionalisme tradisional, […] - [Membaca Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto Kristiyanto: Wajah Ganda Keadilan Indonesia](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/membaca-abolisi-tom-lembong-dan-amnesti-hasto-kristiyanto-wajah-ganda-keadilan-indonesia/): Ketika Keadilan Dikorbankan di Meja Kekuasaan Indonesia, negeri yang lahir dari rahim perjuangan dan jerit rakyat, kembali menyaksikan sebuah pertunjukan hukum yang membuat kepala rakyat kecil menggeleng dan hati mereka semakin tenggelam dalam keputusasaan. Dua nama mencuat dari istana, Thomas Trikasih Lembong dan Hasto Kristiyanto. Keduanya bukan tokoh biasa. Mereka elite. Mereka punya akses kekuasaan. Dan yang lebih penting mereka mendapat pengampunan negara. Satu dengan abolisi, yang lain dengan amnesti. Dalam waktu bersamaan, pada hari yang nyaris seremonial. Maka gegap gempita pujian pun muncul dari lingkaran dalam kekuasaan, sementara di luar sana, di perkampungan miskin, di kantor pengadilan negeri kecil, […] - [MASHUDUL HAQ (PEMBELA KEBENARAN)](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/mashudul-haq-pembela-kebenaran/): Mengenang Salah Satu Orang Hebat di Indonesia Mungkin banyak orang sudah melupakan pahlawan nasional asal Sumatra Barat ini. Dari Koto Gadang, Agam, lahir pada 8 Oktober 1884, dialah Haji Agus Salim—tokoh besar, jenius, dan pejuang tanpa pamrih. Namanya tercatat dalam sejarah sebagai seorang diplomat ulung, intelektual, jurnalis, dan negarawan yang hidup dalam kesederhanaan hingga akhir hayatnya. Buya Hamka, sesama tokoh besar dari Ranah Minang, bahkan menyebutnya: “Haji Agus Salim itu setara dengan sejuta manusia.” Sebuah pujian yang tak berlebihan jika menilik jejak hidupnya yang sarat pengorbanan demi tegaknya martabat bangsa. Didikan Eropa, Jiwa Merdeka Pendidikan dasar Agus Salim ditempuh di […] - [Moderasi Beragama dalam Pandangan H.O.S. Tjokroaminoto : Antara Islam Pembebasan dan Islam Penjinakan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/moderasi-beragama-dalam-pandangan-h-o-s-tjokroaminoto-antara-islam-pembebasan-dan-islam-penjinakan/): Moderasi atau Penjinakan Islam? Wacana moderasi beragama menjadi salah satu isu dominan dalam dikursus keislaman kontemporer Indonesia. Pemerintah, lembaga keagamaan, dan kekuatan internasional bersinergi mempromosikan Islam yang moderat, toleran, inklusif, dan ramah terhadap keberagaman. Namun, di tengah gegap gempita seruan moderasi ini, patutlah kita bertanya: Apakah moderasi ini membimbing umat Islam menuju kematangan spiritual dan sosial-politik, ataukah ia justru menjadi proyek sistematis penjinakan daya transformasi Islam itu sendiri? Dalam konteks ini, kita perlu kembali membaca dan menghidupkan pemikiran Haji Oemar Said Tjokroaminoto, sang Raja Jawa Tanpa Mahkota, pemikir besar, pemimpin Syarikat Islam, dan guru dari tokoh-tokoh besar revolusi Indonesia. Melalui […] - [Bangkitnya Kesadaran Rakyat, Menjawab Panggilan Sejarah](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/bangkitnya-kesadaran-rakyat-menjawab-panggilan-sejarah/): “Kegelapan akan semakin pekat, dan angin akan bertiup kencang. Tetapi kita harus menjaga api tetap menyala. Orang-orang akan berkumpul, dan saat orang-orang berkumpul, kita akan mengambil cahaya dan berjalan melewati kegelapan bersama. Apapun yang menghadang kita, kita tidak akan pernah mundur, jika kita tidak berhasil tahun ini, kita akan coba lagi tahun berikutnya. Entah butuh waktu satu, dua, sepuluh, atau seratus tahun lagi, kita akan berhenti saat kemerdekaan sejati terwujudkan. Dengan maju, mundur, bergerak cepat dan kemungkinan perlahan, mempersiapkan diri untuk hari esok, hari berikutnya, dan semua hal yang ada dihadapan kita, kita pasti akan mencapai tujuan suatu hari nanti, […] - [Islam Melawan Kapitalisme: Menelusuri Gagasan Besar HOS Tjokroaminoto, dalam buku Islam dan Sosialisme](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/islam-melawan-kapitalisme-menelusuri-gagasan-besar-hos-tjokroaminoto-dalam-buku-islam-dan-sosialisme/): Pada awal abad ke-20, Indonesia dalam cengkeraman kolonialisme yang mengakar kuat dalam sistem ekonomi kapitalistik. Dalam situasi inilah, muncul seorang pemikir besar yang tidak hanya menghidupkan semangat kebangsaan, tetapi juga mengusung Islam sebagai fondasi keadilan sosial: Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Melalui bukunya Islam dan Sosialisme (1924), Tjokro dengan lantang menyatakan bahwa musuh utama umat Islam bukanlah komunisme atau kristenisasi, melainkan kapitalisme dalam segala bentuknya. Sebuah pandangan yang tajam dan melampaui zamannya. “Bagi kita orang Islam, tak ada sosialisme atau rupa-rupa ‘isme’ lainnya, yang lebih baik, lebih indah dan lebih mulus, selain dari sosialisme yang berdasar Islam.” HOS Tjokroaminoto, Islam dan […] - [Masa Depan Indonesia, Antara Harapan Peradaban dan Ancaman Kehancuran Sistemik](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/masa-depan-indonesia-antara-harapan-peradaban-dan-ancaman-kehancuran-sistemik/): Tulisan ini menyajikan analisis multidimensional terhadap masa depan Indonesia, mencakup aspek politik, ekonomi, sosial-budaya, lingkungan, dan ideologi. Di tengah perubahan global dan dinamika domestik yang kompleks, Indonesia berada di persimpangan sejarah. Potensinya yang besar dapat membawa bangsa ini menuju kebangkitan peradaban, atau sebaliknya, menjadi negeri yang terjerembab dalam kehancuran struktural akibat krisis moral, ketimpangan sosial, dan pengabaian ideologi nasional. Kajian ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran kolektif rakyat Indonesia atas urgensi arah perjuangan yang konsisten dengan nilai-nilai Pancasila dan warisan perjuangan kemerdekaan. Indonesia adalah negara besar dengan kekayaan sumber daya alam, keberagaman budaya, posisi strategis secara geopolitik, dan populasi yang mendekati […] - [Zelfbestuur Tjokroaminoto dan Semangat Hijrah: Pondasi Revolusi Mental Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447H](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/zelfbestuur-tjokroaminoto-dan-semangat-hijrah-fondasi-revolusi-mental-menyambut-tahun-baru-islam-1-muharam-1447h/): Di tengah gegap gempita perjuangan kemerdekaan Indonesia, gagasan zelfbestuur  (pemerintahan mandiri) yang digelorakan H.O.S. Tjokroaminoto bukan sekadar strategi politik. Ia adalah manifestasi semangat hijrah transformasi radikal dari mentalitas terjajah menuju kesadaran merdeka, persis seperti esensi Tahun Baru Islam, pembaruan jiwa, konsolidasi kebersamaan, dan perlawanan terhadap kezaliman . Hijrah Fisik: Meninggalkan Feodalisme Menuju Kerakyatan Penolakan Gelar Bangsawan sebagai Dekolonisasi Mental Lahir sebagai Raden Mas Oemar Said Tjokroaminoto, ia melepas gelar kebangsawanannya, simbol penolakan terhadap feodalisme yang membelenggu. Hijrah fisik dimulai tahun 1905 ketika ia meninggalkan pekerjaan sebagai pegawai pemerintah kolonial di Ngawi, menolak tunduk pada atasan Belanda. “Menunduk pada penjajah adalah […] - [Semangat Zelfbestuur dalam Cahaya Hijrah: Refleksi Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/semangat-zelfbestuur-dalam-cahaya-hijrah-refleksi-tahun-baru-islam-1-muharram-1447-h/): Tahun Baru Islam, 1 Muharram bukanlah sekadar pergantian kalender. Itu adalah momen sakral yang mengingatkan umat Muslim pada peristiwa monumental: Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa ini menyimpan pelajaran abadi yang ternyata sangat selaras dengan semangat Zelfbestuur yang diproklamirkan oleh HOS. Tjokroaminoto 17 Juni 1916 (kehendak berpemerintahan sendiri atau kemerdekaan Indonesia) baik secara individu, komunitas, maupun bangsa. Mari kita telusuri relevansi peristiwa bersejarah dari keduanya. Hijrah: Landasan Kemerdekaan Spiritual, Sosial, dan Politik Inti Hijrah bukanlah pelarian, melainkan strategi membangun kemandirian dan kemerdekaan umat. Di Mekkah, Nabi dan pengikutnya menghadapi penindasan yang membatasi kebebasan beragama dan berkehidupan. Hijrah […] - [Mewujudkan Asta Cita dengan Semangat Zelfbestuur-1916: Bangkit untuk Kedaulatan, Keadilan, dan Kesejahteraan!](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/mewujudkan-asta-cita-dengan-semangat-zelfbestuur-1916-bangkit-untuk-kedaulatan-keadilan-dan-kesejahteraan/): Di tahun 1916, nyala api kemandirian berkobar di hati H.O.S. Tjokroaminoto. Melalui semangat zelfbestuur yaitu kehendak berpemerintahan sendiri, ia menyerukan kedaulatan, keadilan, dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Itu bukan sekadar wacana, tetapi kobaran perjuangan yang menyatukan petani, buruh, pedagang, dan cendekiawan melawan belenggu kolonialisme. Kini, negeri ini di bawah visi Asta Cita Presiden Prabowo, panggilan itu bergema kembali. momentum Ini bukan saatnya untuk berpangku tangan, namun untuk bangkit!! Kita dipanggil untuk menghidupkan semangat proklamasi Zelfbestuur-1916, menjadikan cita-cita luhur itu nyata: Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera untuk setiap jiwa di negeri ini!   Kedaulatan: Jiwa Zelfbestuur, Jantung Kebangkitan Bangsa Kedaulatan […] - [Zelfbestuur: Bangkit, Bergerak, Bersatu dan Wujudkan Indonesia Emas 2045!](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/zelfbestuur-bangkit-bergerak-bersatu-dan-wujudkan-indonesia-emas-2045/): Deklarasi Zelfbestuur tahun 1916 sebagai titik tolak kebangkitan nasionalisme oleh HOS Tjokroaminoto menyalakan api kebangkitan nasionalisme Indonesia, tercetus seruan berani untuk memiliki pemerintahan sendiri dan kedaulatan rakyat. Ini bukan sekadar perlawanan terhadap penjajahan, tetapi mimpi besar menyatukan rakyat dalam visi kolektif: bangsa yang mandiri, bermartabat, dan berdaulat. Kini, di tahun 2025, 109 tahun setelah deklarasi itu, semangat Zelfbestuur masih membara, menginspirasi kita untuk mengukir Indonesia Emas 2045, negara maju, sejahtera, dan disegani di panggung dunia saat usia kemerdekaan mencapai satu abad. Mari kita bangkit, bersatu, dan wujudkan mimpi itu bersama!   Zelfbestuur: Jiwa Kedaulatan, Denyut Persatuan Zelfbestuur adalah fondasi kedaulatan […] - [Refleksi 109 Tahun Deklarasi Zelfbestuur HOS Tjokroaminoto: Menyemai Nasionalisme, Patriotisme, dan Keadilan Sosial di Era Modern](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/refleksi-109-tahun-deklarasi-zelfbestuur-hos-tjokroaminoto-menyemai-nasionalisme-patriotisme-dan-keadilan-sosial-di-era-modern/): “Tuan-tuan..!! Sungguh besar nama Kongres ini.. Kongres Nasional.. nama ini, perkataan Nasional, tidaklah sekali-kali menunjukkan keangkuhan kaum SI (Sarekat Islam), atau menunjukkan tajamnya pikiran dan luasnya pemandangan pemimpi-pemimpin kongres, tetapi semata-mata hanyalah menunjukkan salah satu dari maksudnya pergerakan, yaitu Berikhtiar akan menaiktangganya Kebangsaan (natie), dan didalam kongres ini yang akan kita bicarakan yaitu: usaha pertama-tama buat membantu supaya Hindia lekas dapat Pemerintahan Zelfbestuur atau sedikitnya penduduk bumiputera lekas diberi hak akan turut bicara dalam perkara Pemerintahan “Orang semakin lama semakin merasakan, bahwa tidak pantas lagi Hindia diperintah oleh negeri Belanda, bagaikan tuan tanah yang menguasai tanah-tanahnya. Tidak pada tempatnya menganggap […] - [Pemuda Muslimin Indonesia Apresiasi Presiden Prabowo yang Menertibkan Devisa Hasil Ekspor](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pemuda-muslimin-indonesia-apresiasi-presiden-prabowo-yang-menertibkan-devisa-hasil-ekspor/): Jakarta, 9 Mei 2025 – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan positif dari Pemuda Muslimin Indonesia atas kebijakan tegasnya dalam mengelola Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025, pemerintah mewajibkan eksportir menyimpan 100 persen DHE SDA di bank-bank nasional selama 12 bulan, sebuah langkah strategis yang dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan cadangan devisa, menjaga stabilitas nilai tukar, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengatur lalu lintas devisa, khususnya dari ekspor sumber daya alam (SDA) Kebijakan yang mulai berlaku sejak 1 […] - [MEMAKNAI HARI BURUH INTERNASIONAL DI ERA KEKUASAAN PRABOWO: ANTARA HARAPAN RAKYAT DAN REALITAS STRUKTURAL](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/memaknai-hari-buruh-internasional-di-era-kekuasaan-prabowo-antara-harapan-rakyat-dan-realitas-struktural/): May Day dan Sejarah Perlawanan Hari Buruh Internasional, atau yang dikenal sebagai May Day, bukanlah sekadar peringatan tahunan yang dipenuhi orasi dan panggung musik. Ia adalah monumen sejarah perjuangan kelas pekerja melawan ketidakadilan dan eksploitasi sistemik yang telah berlangsung sejak abad ke-19. Lahir dari tragedi Haymarket 1886 di Amerika Serikat, May Day merupakan warisan darah dan keringat para buruh yang menuntut hak dasar mereka—jam kerja manusiawi, upah layak, dan kondisi kerja yang adil. Di Indonesia, makna May Day kerap direduksi menjadi ritual negara yang kehilangan semangat perjuangannya. Seringkali ia diisi dengan seremoni dan retorika yang tidak menyentuh akar persoalan buruh. […] - [Bonus Demografi Datang dengan Persyaratan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/bonus-demografi-datang-dengan-persyaratan/): DI negeri ini, waktu tampak sedang berbaik hati. Jumlah penduduk usia produktif saat ini berada dalam puncaknya, sebuah fase yang oleh para ahli disebut sebagai bonus demografi. Banyak yang menyambutnya dengan gegap gempita, menyebutnya sebagai peluang langka, sebagai pintu emas menuju Indonesia maju. Namun, di balik janji manis angka statistik itu, ada tantangan besar tersembunyi yang kerap luput dari wacana publik. Tulisan ini bukan untuk menghapus optimisme, melainkan untuk memperluas kesadaran. Itu karena hanya bangsa yang menyadari tantangannya yang mampu menata masa depannya. Bonus demografi kerap kita anggap sebagai berkat otomatis, seolah hadirnya usia produktif dalam jumlah besar akan langsung […] - [Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Barat Gelar Halal Bihalal dan Rakorwil](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pemuda-muslimin-indonesia-sumatera-barat-gelar-halal-bihalal-dan-rakorwil/): Pengurus Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Barat sukses menggelar acara Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) pasca Kongres Wilayah II, yang bertempat di Pondok Syarikat Agam, pada Minggu, 27 April 2025. Acara ini mengambil tema besar “Revitalisasi dan Aktualisasi Peran Pemuda Muslimin Sumatera Barat Menuju Kemerdekaan Sejati.” Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan metode daring dan tatap muka langsung, dan diikuti oleh jajaran pengurus wilayah terpilih serta perwakilan dari cabang-cabang Pemuda Muslimin di Sumatera Barat. Jalannya acara dipandu oleh Sekretaris Wilayah terpilih, Taufiqurrahman, S.Ag. Dalam sambutannya, Ketua Wilayah terpilih, Abidin Sulaiman, S.Pd, M.Kom, menekankan pentingnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap […] - [PSII antara Ilusi dan Cita-Cita untuk Kemerdekaan Sejati](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/psii-antara-ilusi-dan-cita-cita-untuk-kemerdekaan-sejati/): Pendahuluan Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) adalah warisan dari sebuah gerakan yang memiliki akar ideologis kuat, berdiri di atas fondasi Islam yang progresif, serta teruji dalam medan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun, dalam perjalanan panjangnya, PSII tidak luput dari dinamika, konflik internal, dan tantangan zaman yang terus berubah. Kini, di tengah era reformasi yang nyaris tanpa arah ideologis, pertanyaan besar muncul, apakah PSII masih menjadi kendaraan perjuangan cita-cita kemerdekaan sejati, atau telah terjerat dalam ilusi kekuasaan semu yang mengaburkan identitasnya? Sejarah Singkat dan Cita-Cita Awal Didirikan sebagai kelanjutan dari Syarikat Islam (SI) yang lahir di awal abad ke-20, PSII tampil […] - [KEDUNGUAN ITU BERNAMA FUAD RIYADI](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/kedunguan-bernama-fuad-riyadi/): Kedunguan itu bernama Muhammad Fuad Riyadi. Dalam sebuah bincang-bincang daring secara gegabah, juga sengaja, ia mengeluarkan statement yang amat tak etis terhadap Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau yang populer dengan Guru Tua—pendiri Al-Khairaat. Lalu datanglah gelombang kemarahan. Tidak hanya dari mereka yang lahir dan tumbuh-besar di lingkungan pendidikan Al-Khairaat (abnaul khairaat), tetapi juga mayoritas masyarakat Sulawesi Tengah (dan sebagian Indonesia Timur) yang tahu persis bagaimana rekam jejak Guru Tua dalam menyebar dakwah dan mengembangkan pendidikan di masa lampau. Hingga kini jejak-jejak itu masih ada. Berdirinya ribuan lembaga pendidikan Al-Khairaat, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, yang itu tersebar […] - [Idul Fitri Momentum dalam Mempekuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/idul-fitri-momentum-dalam-mempekuat-persatuan-dan-kesatuan-bangsa/): Jakarta, Hakikat Puasa Ramadhan dan Momentum Kemenangan yang dapat kita raih dalam Idul Fitri 1446H tahun ini disampaikan dalam Taushiyahnya menjelang buka puasa bersama oleh Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia. Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia menggelar Buka Puasa Bersama akhir Ramadhan 1446H di sekertariat PB Pemuda Muslimin Indonesia, Jakarta (30/03/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh fungsionaris, antara lain Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, M. Muhtadin Sabili beserta jajaran dan tamu undangan. Ibadah Puasa hakikatnya merupakan manifestasi dan perjuangan individu manusia dalam menjalankan Perintah serta menjauhi segala larangan ALLAH SWT untuk meraih derajat Taqwa. Antara lain melatih dan menahan diri […] - [Ramadhan dan Orkestrasi Kemiskinan: Kesalehan yang Dikapitalisasi, Keadilan yang Dihabisi](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/ramadhan-dan-orkestrasi-kemiskinan-kesalehan-yang-dikapitalisasi-keadilan-yang-dihabisi/): Insiden ini berawal dari sebuah kegiatan sosial yang diinisiasi oleh Willie Salim di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, pada Selasa, 18 Maret 2025. Ia dan timnya menggelar acara memasak massal dengan menggunakan satu ekor sapi utuh yang diperkirakan memiliki berat mencapai 200 kilogram.   Masakan tersebut rencananya akan dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk berbagi kebahagiaan menjelang waktu berbuka puasa. Namun, niat baik tersebut justru berubah menjadi kekacauan ketika, dalam video yang ia unggah, Willie mengklaim bahwa rendang yang sedang dimasak tiba-tiba menghilang saat ia sedang ke toilet.   PALEMBANG KOTA TERTUA DI INDONESIA Kota Palembang merupakan kota tertua […] - [Kaderisasi Pemuda Muslimin Indonesia Ciranjang Berlangsung Meriah](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/kaderisasi-pemuda-muslimin-indonesia-ciranjang-berlangsung-meriah/): Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Muslimin Indonesia Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur menggelar rekruitmen kader melalui kaderisasi jenjang dasar, Marhalah Ula. Kegiatan yang dilaksanakan di Sindangsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur pada tanggal 23-25 Maret 2025 tersebut, diikuti oleh perwakilan dari setiap ranting yang ada di Kecamatan Ciranjang. Dalam laporannya, Ketua Panitia Marhalah Ula, Ujang Saprudin menyampaikan bahwa kegiatan Marhalah Ula tersebut mengusung tema, “Membangun Generasi Muda yang Berilmu dan Berdedikasi”. Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Syarikat Islam Indonesia (PC SII) Kab. Cianjur, Rudi Jamaludin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kaderisasi ini harus terus dilaksanakan oleh Pemuda Muslimin Indonesia untuk menjaga keberlanjutan organisasi […] - [Korupsi, Investasi Politik, dan Permainan Gula: Rakyat yang Dipaksa Membayar Harga Kebusukan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/korupsi-investasi-politik-dan-permainan-gula-rakyat-yang-dipaksa-membayar-harga-kebusukan/): Di Indonesia, korupsi bukan sekadar kejahatan, melainkan bagian dari mekanisme politik yang telah lama terbangun. Bukan hanya di sektor migas, pertambangan, atau infrastruktur, tetapi bahkan dalam kebutuhan dasar seperti gula—sesuatu yang seharusnya mudah diakses oleh setiap rakyat. Namun, mengapa harga gula tetap tinggi? Mengapa petani tebu terus merugi? Mengapa pabrik gula lokal dibiarkan mati sementara impor gula justru membanjiri pasar? Jawabannya terletak pada satu hal: politik berbiaya tinggi dan investasi politik yang menggerogoti sistem dari dalam. Politik Berbiaya Tinggi: Akar dari Segala Kebusukan Setiap pemilu di Indonesia, baik di tingkat nasional maupun daerah, menelan biaya yang luar biasa. Seorang kandidat […] - [Deheroisme di Balik Pekikan Bung, Ayo Bung!](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/deheroisme-di-balik-pekikan-bung-ayo-bung/): Setiap perjuangan membutuhkan bahan bakar. Bahan bakar ini bisa berupa kata-kata, kalimat, jargon, atau seruan yang bisa memantik semangat dan heroisme kaum pejuang. Kata-kata, kalimat, jargon, atau seruan itu sering diteriakkan tatkala pemimpin tengah berpidato, mengonsolidasi kekuatan massa, atau saat perang berkobar. Nah, tahukah Anda bahwa tidak semua kata-kata, kalimat, jargon, atau seruan itu lahir dari suasana heroik—atau di tengah gelora perang. Satu di antaranya yang populer hingga kini:  Bung, Ayo Bung! Syahdan, jargon  Bung, Ayo Bung!  ini lahir ketika pada suatu kesempatan Bung Karno meminta dibuatkan poster pada pelukis Sudjojono. Poster ini oleh Bung Karno ditujukan untuk membakar semangat […] - [MRC: Si Raja Minyak, Pialang Politik, dan Investor Kekuasaan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/mrc-si-raja-minyak-pialang-politik-dan-investor-kekuasaan/): Di tengah gejolak politik dan ekonomi Indonesia selama lebih dari lima dekade, nama MRC tetap bertahan sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam bisnis minyak dan gas. Ia bukan sekadar seorang pengusaha minyak, tetapi pialang politik ulung yang mampu menyusup ke setiap rezim, memastikan bahwa kepentingannya selalu terlindungi. Awal Mula: Naik Daun di Era Soeharto  Pada era Orde Baru, bisnis minyak dan gas dikendalikan oleh segelintir elite yang memiliki akses ke lingkaran kekuasaan Soeharto. Dalam struktur ini, hanya mereka yang memiliki “restu” dari Cendana yang bisa memainkan peran besar. Seperti pengusaha lainnya yang tumbuh di era itu, MRC memahami bahwa […] - [KORUPSI SEBAGAI KUDETA EKONOMI: PENGHANCURAN SISTEMATIS NEGARA DALAM DIALEKTIKA PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN H.O.S. TJOKROAMINOTO](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/korupsi-sebagai-kudeta-ekonomi-penghancuran-sistematis-negara-dalam-dialektika-pramoedya-ananta-toer-dan-h-o-s-tjokroaminoto/): Apa yang dimaksud dengan kudeta? Ia adalah pengambilalihan kekuasaan dengan cara paksa, tetapi tak selalu dengan senjata. Ada kudeta yang lebih licik, lebih tak kasat mata, lebih merusak dari perang konvensional. Kudeta itu tidak membakar kota, tidak membunuh langsung dengan moncong senapan, tetapi merampas kehidupan secara perlahan, mencabut hak rakyat tanpa mereka sadari, menghisap kekayaan negara hingga ke akar-akarnya, dan menenggelamkan bangsa ke dalam ketimpangan abadi. Kudeta semacam itu bernama korupsi. Hari ini, kita tidak hidup di bawah penjajahan bangsa asing. Kita tidak lagi memiliki tuan kolonial yang berdiri di belakang meja administrasi, mengendalikan laju ekonomi dan membagi sumber daya […] - [MENJAWAB ZAMAN DENGAN TAJAM: MELAWAN DENGAN NARASI, MENGGANYANG DENGAN KESADARAN](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/menjawab-zaman-dengan-tajam-melawan-dengan-narasi-mengganyang-dengankesadaran/): “Media tidak harus hidup dalam terang. Tetapi kebenaran harus terus menyala, tajam dan mendidik. Dalam zaman kegelapan, hanya mereka yang berani membaca realitas dengan kritis yang mampu bertahan dari perbudakan sistemik.” Kita sedang hidup di era di mana kebohongan dijadikan kebenaran yang sah, sementara kebenaran dikubur dengan propaganda yang terstruktur. Politik dikendalikan oleh oligarki, birokrasi dijalankan oleh koruptor, aparat dijadikan anjing penjaga sistem, dan rakyat terus-menerus ditindas agar tetap dalam posisi tunduk. Lalu, di mana media? Di mana suara yang seharusnya menjadi garda terakhir bagi akal sehat dan perlawanan? Jawabannya jelas: Media telah dibeli. Media telah menjadi alat bagi kekuasaan. […] - [Kegagalan Sistem Coretax dan Rontoknya IHSG](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/kegagalan-sistem-coretax-dan-rontoknya-ihsg/): IHSG adalah barometer utama yang mencerminkan kondisi ekonomi suatu negara, mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas fiskal, kebijakan ekonomi, serta efisiensi sistem perpajakan. Dalam konteks ini, Coretax, sebagai sistem administrasi perpajakan digital, memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi investor. Jika sistem ini berfungsi optimal, ia akan meningkatkan transparansi, meminimalkan penghindaran pajak, dan memperkuat penerimaan negara. Sebaliknya, kegagalan dalam implementasi Coretax dapat menimbulkan konsekuensi sistemik yang berujung pada penurunan IHSG. 1. Coretax dan Efisiensi Administrasi Pajak Coretax dirancang untuk meningkatkan akurasi dan transparansi dalam pengelolaan pajak. Sistem ini diharapkan mampu menutup celah penghindaran pajak serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Namun, dalam implementasinya, […] - [Makar Ekonomi di Balik CoreTax](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/makar-ekonomi-dibalik-coretax/): Makar Ekonomi di Balik CoreTax Di setiap rezim, pajak selalu menjadi medan pertempuran antara negara dan rakyatnya. Di tangan pemerintahan yang berdaulat, pajak adalah alat distribusi kesejahteraan. Namun, di tangan oligarki yang bersembunyi di balik regulasi dan teknologi, pajak justru menjadi alat penindasan yang terstruktur. CoreTax, yang diklaim sebagai instrumen reformasi fiskal, kini diduga menjadi skema terencana untuk mengkonsolidasikan kekayaan pada segelintir elite, menggerogoti kedaulatan ekonomi, dan memfasilitasi perampokan sistematis terhadap kas negara. Ini bukan sekadar korupsi—ini adalah makar ekonomi. Ketika Pajak Berubah Menjadi Mekanisme Perampasan Sejarah mencatat bahwa kehancuran banyak peradaban berakar pada manipulasi sistem perpajakan. Dari jatuhnya Kekaisaran […] - [CORE TAX: SEKEDAR ISU KORUPSI ATAU SABOTASE KEUANGAN NEGARA?](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/core-tax-sekedar-isu-korupsi-atau-sabotase-keuangan-negara/): Pemerintahan Prabowo baru berjalan beberapa bulan, tetapi tanda-tanda sabotase sistemik sudah mulai tampak. CORE TAX, aplikasi perpajakan yang digadang-gadang sebagai sistem modern untuk meningkatkan penerimaan negara, justru diduga menjadi instrumen penghambat arus keuangan negara. Fakta-fakta yang muncul di lapangan semakin menguatkan dugaan bahwa ada permainan licik di balik implementasi sistem ini. Pertama, isu pemblokiran anggaran institusi negara yang beredar luas bukan sekadar rumor. Keterlambatan pencairan dana di berbagai kementerian dan lembaga negara telah menyebabkan mandeknya program-program strategis pemerintahan Prabowo. Infrastruktur, bantuan sosial, pertahanan, hingga program ekonomi kerakyatan yang seharusnya menjadi pilar utama pemerintahan ini justru tersendat karena terganggunya arus kas […] - [Retreat Kepala Daerah, Dibutuhkan Atau Sekedar Gagah-Gagahan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/reatret-kepala-daerah-dibutuhkan-atau-sekedar-gagah-gagahan/): Pasca dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu, sejumlah Kepala Daerah mengukiti retreat atau orientasi di Akmil Magelang Jawa timur. Mereka dibina dan ditempa layaknya prajurit selama 8 (delapan) hari . Sejumlah menteri dan kepala lembaga negara jadi pembicara di kegiatan tersebut. Kegiatan ini mirip kegiatan prajabatan untuk ASN baru atau kegiatan bela negara untuk warga sipil. Mungkin saja tujuannya juga serupa, yaitu bagaimana meletakkan cinta NKRI dan menanamkan tanggungjawab dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah. Cuma ada beberapa catatan yang menjadi sorotan, di antaranya apakah ini urgen dilakukan atau sekadar program gagah-gagahan Bapak Presiden dengan menghadirkan […] - [Catatan dan Hasil Terpenting Rakornas Pemuda Muslimin Indonesia di Kota Bogor 21-23 Februari 2025](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/catatan-dan-hasil-terpenting-rakornas-pemuda-muslimin-indonesia-di-kota-bogor-21-23-02-2025/): Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemuda Muslimin Indonesia yang berlangsung pada 21-23 Februari 2025 di Green Forest Hotel, Bogor, menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem pengkaderan organisasi. Dengan mengusung tema “Sinergi dan Kontribusi Pemuda Muslim untuk Negeri”, Rakornas ini menghasilkan berbagai keputusan strategis guna mengoptimalkan peran pemuda dalam pembangunan bangsa. Pembukaan oleh Presiden Dewan Pusat Sarekat Islam Indonesia Rakornas ini secara resmi dibuka oleh Presiden Dewan Pusat Sarekat Islam Indonesia (PSII), Drs. H. Abdussalam Ismail. Dalam amanatnya, beliau menegaskan pentingnya seluruh kader Pemuda Muslimin Indonesia untuk memahami dan berpegang teguh pada Program Azas & Tandhim, yang menjadi pedoman utama dalam pergerakan […] - [Proyek Dekolonisasi Pikiran Untuk SII Masa Depan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/proyek-dekolonisasi-pikiran-untuk-sii-masa-depan/): Telah berbilang tahun, Syarikat Islam Indonesia (SII) sungguh tak lagi menjadi perhatian publik di republik ini. Saat menyebut representasi ormas Islam, hanya segelintir pihak yang masih mengingatnya. Kini, rakyat dari segala lapisan tak lagi hirau dengan segenap langkah organisasi yang pernah menjadi mercusuar dalam gerakan perlawanan menentang penjajahan kolonial Belanda pada abad keduapuluh.   Kejayaan masa silam itu telah takluk bertekuk lutut di depan mahkamah sejarah. Organisasi besutan H. Samanhudi yang lalu diasuh dan dibesarkan oleh H.O.S. Tjokroaminoto dan melahirkan Soekarno, Musso, Semaoen, Kartosoewirjo, serta pemimpin besar lain di masanya, kini hanya diasupi oleh segelintir generasi bangsa yang masih betah […] - [REKONSTRUKSI PEMIKIRAN H.O.S. TJOKROAMINOTO UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/rekonstruksi-pemikiran-h-o-s-tjokroaminoto-untuk-mewujudkan-indonesia-emas-2045/): Indonesia memiliki cita-cita besar untuk menjadi negara maju pada tahun 2045, yang dikenal sebagai visi Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan fondasi pemikiran yang kuat, berbasis nilai-nilai keadilan, kesejahteraan sosial, serta kemandirian politik dan ekonomi. Salah satu tokoh yang memiliki gagasan relevan untuk membangun bangsa adalah Haji Oemar Said (H.O.S.) Tjokroaminoto. Sebagai pemimpin Sarekat Islam, Tjokroaminoto menawarkan konsep sosialisme Islam yang mengedepankan keadilan sosial berbasis nilai-nilai Islam. Pemikiran dan perjuangan Tjokroaminoto tidak hanya menjadi inspirasi bagi para tokoh pergerakan nasional, tetapi juga dapat menjadi pijakan dalam merancang strategi pembangunan bangsa di era modern. Artikel ini akan membahas bagaimana […] - [MUNAS SEPMI : Dorong Kebermanfaatan Kader Pada Era Digital](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/munas-sepmi-dorong-kebermanfaatan-kader-pada-era-digital/): Jakarta, 28 Januari 2025 – Musyawarah Nasional (Munas) VII Serikat Pelajar Mahasiswa Indonesia (SEPMI) sukses digelar. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai dari 25 hingga 26 Januari 2025, dan dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan pengurus SEPMI dari berbagai daerah di Indonesia. Munas VII SEPMI kali ini bertujuan untuk memperkuat peran kader dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi digital. Ketua Umum SEPMI, Agus Yusuf Ibrahim, dalam sambutannya menyatakan bahwa era digital membawa perubahan yang signifikan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun politik. Oleh karena itu, para kader SEPMI diharapkan mampu memanfaatkan teknologi ini […] - [Itho Murtadha : INTELEKTUALISME PANDU BANGSA](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/intelektualisme-pandu-bangsa/):   Bagaimana para tokoh bangsa di masa lampau memandu jalannya republik ini? Ada yang ironis dari apa yang kita saksikan hari-hari ini: Intelektualisme kian tersingkir dari panggung politik kekuasaan. Dari sejumlah pilkada yang kemarin digelar kita mendapat kabar yang (semakin) tak baik bagi masa depan demokrasi di republik ini. Kontestasi pilkada tak lagi mensyaratkan intelektualisme sebagai parameter dalam menilai pantas tidaknya seseorang menjadi pemimpin. Proses pemilihan di republik ini kini adalah soal uang. Siapa yang memiliki modal finansial yang cukup, ia-lah yang paling berpeluang memimpin negeri ini di berbagai level. Padahal, kita tahu persis republik ini dibangun oleh gagasan; oleh mimpi […] - [MUNAS SEPMI KE VII SEBAGAI LANGKAH AWAL MENUJU GERBONG PERADABAN](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/munas-sepmi-ke-vii-sebagai-langkah-awal-menuju-gerbong-peradaban/): Jakarta.-  Pada Hari Sabtu dan Hari Ahad, 25 dan 26 Januari 2025, Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pelajar Muslimin Indonesia Laksanakan Musyawarah Nasional Ke-7, yang bertempat di Pusat Pendidikan dan Latihan Kementerian Komunikasi dan Digital RI, MUNAS VII SEPMI ini mengusung Tema, “Membangun Pelajar yang Berakhlaqul karimah, Berkapasitas, Berdaya Saing, dan Berdaya Guna Bagi Bangsa dan Negara Indonesia” Pada Opening Ceremony Munas ke-VII SEPMI, dihadiri oleh ratusan kader dari perwakilan setiap DPW dan DPC SEPMI Se-Indonesia, dengan menyajikan penampilan dari Kreasi Seni dan Skill Kader-Kader SEPMI sebagai penghibur para peserta Munas ke-VII SEPMI. Dalam kesempatan lain, dengan terselenggaranya MUNAS SEPMI ke […] - [Peringati HUT ke 96 , PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Natuna Gelar Turnamen Futsal U 23](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pemuda-muslimin-natuna-gelar-lomba-mini-soccer-voli-dan-kompang-tingkat-sd-sederajat/): Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke – 96, PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Natuna gelar turnamen futsal kepemudaan kelompok usia U23. Kegiatan yang merupakan gelaran rutin PC Pemuda Muslimin Kabupaten Natuna tiap tahun ini akan diikuti oleh 32 tim U23 yang berada di Natuna. Pemuda Muslimin Kabupaten Natuna, Sugianto Utomo mengatakan jika turnamen ini sudah dua kali digulirkan dan kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin baik di internal PC Pemuda muslim Natuna sendiri maupun menjadi agenda Asosiasi Futsal Kabupaten ( AFK) Natuna setiap tahunnya sebagai ajang pembinaan atlet futsal yang ada di Natuna. ” Tujuan utama kita menggelar turnamen […] - [Akankah PSII Kembali Berkiprah Di Kancah Politik Indonesia](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/akankah-psii-kembali-berkiprah-di-kancah-politik-indonesia/): Oleh: Kartomas, S.Pd. Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) adalah partai politik yang melintasi berbagai orde pemerintahan negeri ini. Eksis sejak sebelum kemerdekaan, sempat mengikuti pemilu di era orde lama hingga awal orde baru, sebelum ‘tiarap’ akibat tekanan kekuasaan Soeharto. Beberapa tokoh yang cukup dikenal dari PSII, tentu saja yang pertama dan utama adalah HOS Tjokroaminoto, lalu ada H. Agussalim, dan Abikoesno Tjokrosoejoso. Dalam pemilu pertama yang digelar oleh orde lama pada tahun 1955, dari 53 partai peserta pemilu, PSII berhasil bertengger di urutan ke-5 dengan mendapat 6.179.914 suara (2,89%) yang mengamankan 8 kursi DPR RI dari 260 kursi yang diperebutkan. […] - [Pelarangan Pameran Lukisan Yos Suprapto: Kebangkitan Kekuasaan Otoritarian ?](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pelarangan-pameran-lukisan-yos-suprapto-kebangkitan-kekuasaan-otoritarian/): Pelarangan pameran seni sering kali menjadi tanda bahwa ekspresi kreatif sedang berada di bawah ancaman. Kasus pelarangan pameran lukisan Yos Suprapto,seorang seniman yang dikenal melalui karya-karya dengan pesan sosial dan kritik dapat memicu pertanyaan serius, apakah ini mencerminkan kebangkitan kekuasaan otoritarian di Indonesia? Kesenian adalah salah satu bentuk kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi Indonesia. Namun, pelarangan ini menunjukkan adanya ketegangan antara kebebasan individu dan kepentingan otoritas tertentu. Jika tindakan pelarangan dilakukan tanpa dasar yang jelas atau sekadar untuk membungkam pandangan kritis, maka hal ini berpotensi menjadi sinyal kembalinya pola otoritarianisme yang berusaha mengontrol ruang publik, termasuk seni dan budaya. […] - [Tenggelamnya Gerakan Sarekat Islam Indonesia dalam Percaturan Politik Indonesia Saat Ini](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/tenggelamnya-gerakan-sarekat-islam-indonesia-dalam-percaturan-politik-indonesia-saat-ini/): Syarikat Islam Indonesia (SII) adalah salah satu organisasi yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan dan kebangkitan nasional Indonesia. Didirikan pada tahun 1905 oleh Haji Samanhudi sebagai Syarikat Dagang Islam (SDI), organisasi ini awalnya berfokus pada perlawanan terhadap imperialisme ekonomi kolonial Belanda. Seiring berjalannya waktu, SI berkembang menjadi gerakan politik yang signifikan, memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan menjadi pelopor gerakan kebangsaan. Sarekat Islam (yang sekaraqng menjadi SII) pernah menjadi salah satu organisasi paling berpengaruh dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Namun, dalam perkembangan politik Indonesia modern, gerakan yang memiliki akar kuat pada masyarakat Islam ini tampak kehilangan relevansi dan pengaruhnya. Ketika organisasi-organisasi […] - [Manusia dan Kepercayaan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/243704-2/): manusia dan kepercayaan adalah salah satu kesatuan yang utuh, kenapa demikian karena kepercayaan menjadi salah satu hal yang amat terpenting dalam kebudayaan dan perdaban manusia, jadi pertanyaannya apakah kepercayaan bisa membentuk suatu kebudayaan dan peradaban tentu jawabanannya sudah tentu iya. salah satu  fungsinya kepercayaan adalah membantu  manusia untuk menemukan tujuan hidup tentu saja begitu, hidup ini tentu tidak selamanya dan pertanyaan mendasar bagi manusia itu untuk apakah guna kita hidup apakah hidup ini hanya untuk dunia ini saja tentu tidak, tidak ada manusia yang abadi di dunia ini, sudah kita dengar setiap hari dan setiap detik kita mendengar si fulan […] - [Blitar; Awal Pertemuan Dua Tokoh Bangsa Cokroaminoto & Soekarno](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/blitar-awal-pertemuan-dua-tokoh-bangsa-cokroaminoto-soekarno/): CERMINKU ADALAH COKROAMINOTO (Soekarno)   AWALNYA Sabtu, 14 Desember 2024 pukul 14.32 mas Fadhir, Koordinator Nasional Pengurus Pusat Aktivis Peneleh menulis di whatsapp grup sekretariat Peneleh, bahwa dirinya dan mas Aang, Kepala Lembaga Pelatihan Jang Oetama Aktivis Peneleh, telah sampai di depan rumah. Bergegas saya mengunci semua pintu rumah dan menuju depan rumah. Berangkatlah kami bertiga menuju Blitar, tempat di mana adik-adik Aktivis Peneleh Regional Blitar bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional Bung Karno mengadakan acara peluncuran Kelas Pemikiran Guru Bangsa. Jadwalnya pukul 19.00 WIB sampai selesai. Pembicaranya adalah Pak Budi Kastowo, pustakawan Perpusnas Bung Karno, Pak Ferry Riyandika, pegiat sejarah dan […] - [Merdeka ala Tjokroaminoto](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/merdeka-ala-tjokroaminoto/): Oleh: Muhammad Kasman, S.E., M.Si., CFrA. Malam mulai larut, namun diskusi yang ditingkahi gurau di rumah Bung Karno belum juga usai. Malam itu, 24 Januari 1946, kemerdekaan yang belum lagi setengah tahun menjadi tema perbualan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir dan K.H. Agus Salim. Mereka membahas, ke arah mana kemerdekaan yang baru lima bulan ini akan bermuara. Di tengah diskusi, mereka dikagetkan oleh kemunculan seseorang yang tak pernah mereka bayangkan akan bertandang malam itu. Sosok itu mampu membuat suasana pertemuan yang sebelumnya berlimpah keguyuban, menjadi pembicaraan yang serba canggung menjurus tegang. Bagaimana tidak, yang hadir adalah Tan Malaka, sosok […] - [Kepemudaan Dan Tantangan Lima Tahun Ke Depan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/kepemudaan-dan-tantangan-realita-kehidupan-dalam-lima-tahun-ke-depan/): PILKADA Serentak Nasional tahun 2024 selesai dilaksanakan. Urusan kepemudaan dan tantangan zaman perlu kita fokuskan agar tak tumbang di dunia persilatan. Kepemudaan selalu menjadi motor penggerak perubahan di setiap zaman. Dalam lima tahun ke depan, generasi muda Indonesia akan menghadapi tantangan besar yang menuntut adaptasi, kreativitas, dan ketangguhan. Beberapa aspek utama yang akan menjadi perhatian meliputi transformasi teknologi, dinamika ekonomi global, perubahan iklim, dan tantangan sosial-budaya. 1. Transformasi Teknologi Kemajuan teknologi, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (AI), robotika, dan digitalisasi, akan semakin mendominasi kehidupan. Para pemuda dituntut untuk menguasai keterampilan baru yang relevan, seperti literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. […] - [Mahasiswa: Peran Menghubungkan Kampus Dan Masyarakat](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/mahasiswa-peran-dalam-menghubungkan-kampus-dan-masyarakat/): Mahasiswa adalah motor penggerak perubahan. Sebagai bagian dari komunitas akademik di kampus, mereka memiliki kesempatan untuk memperoleh ilmu pengetahuan, mengasah keterampilan, dan membangun karakter yang kuat. Namun, tanggung jawab mahasiswa tidak hanya terbatas pada ruang kelas dan lingkup kampus. Mereka juga memiliki peran penting dalam menjadi jembatan antara kampus dan masyarakat. Kampus, sebagai pusat pendidikan dan inovasi, memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Berbagai penelitian, inovasi teknologi, dan program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh perguruan tinggi dapat memberikan solusi atas berbagai permasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Namun, tanpa peran aktif mahasiswa, kontribusi ini sering kali sulit menjangkau […] - [26 Tim Ramaikan Turnamen Pemuda Muslimin Cup U-23 di Natuna](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/26-tim-ramaikan-turnamen-pemuda-muslimin-cup-u-23-di-natuna/): Sebanyak 26 tim ikut memeriahkan gelaran Turnamen Pemuda Muslimin Indonesia Cup U-23, yang berlangsung di Lapangan Star Futsal Gemilang, Sabtu pagi (7/12/2024). Turnamen futsal bergengsi ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Natuna, Hikmatul Arif, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tahunan ini. “Kami berharap turnamen ini terus berlanjut setiap tahun. Selain menjadi ajang silaturahmi, juga penting untuk pembinaan serta pencarian bibit muda pemain futsal di bawah usia 23 tahun,” ujar Hikmatul Arif, yang akrab disapa Matul. Ketua Wasit Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Natuna, Septianto Eka Purnawan, yang memimpin laga pembuka, turut mendukung gelaran ini. Ia […] - [Penjual Es Teh Dalam Kepala Gus Miftah](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/penjual-es-teh-dalam-kepala-gus-miftah/): Adagium, “Hal yang paling menyakitkan adalah direndahkan pada saat tak berpunya apa-apa,” tampaknya berlaku benar. Beredar video, Gus Miftah—seorang ustaz kenamaan—tengah mengata-ngatai seorang penjual es teh. Video ini viral di banyak platform media sosial. Saya sendiri melihatnya di Tiktok. Saat kamera menangkap wajah bapak penjual es teh itu, betapa hati saya menjadi sangat terenyuh. Walau diungkapkan dengan maksud guyon—berdasarkan klarifikasi beberapa sahabat Gus Miftah—apa yang disampaikan Gus Miftah itu rasanya tetap tak pantas. Sungguh bercanda tak sebegitunya juga kali. Tampak bapak itu hanya diam. Ekspresinya datar. Hanya matanya yang berkaca-kaca. Kita tak tahu apa yang sedang berkecamuk di dalam hatinya. Malukah? Marahkah? Atau […] - [Reinterpretasi Gerakan Kepemudaan Di Indonesia](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/reinterpretasi-gerakan-kepemudaan-di-indonesia/): Dalam sejarahnya, pemuda Indonesia selalu menjadi motor penggerak perubahan. Dari Sumpah Pemuda 1928 hingga Reformasi 1998, suara dan tindakan mereka melahirkan transformasi besar bagi bangsa. Namun, di tengah dinamika abad ke-21 yang sarat dengan tantangan global, seperti digitalisasi, krisis lingkungan, dan ketimpangan sosial, gerakan kepemudaan membutuhkan reinterpretasi untuk tetap relevan dan berdampak. Gerakan kepemudaan kini bukan lagi sekadar perjuangan fisik atau ideologis seperti di masa kolonial atau Orde Baru, melainkan juga perjuangan berbasis inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan. Pemuda harus memanfaatkan teknologi digital untuk mendistribusikan pengetahuan dan menciptakan perubahan sosial. Mereka bukan hanya sebagai peserta dalam perubahan, tetapi juga sebagai arsitek […] - [Stagnasi Gerakan Pemuda Muslimin Indonesia](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/stagnasi-gerakan-pemuda-muslimin-indonesia/): Bulan November ini tepatnya di tanggal 25 tahun 1928, organisasi kepemudaan ini didirikan di Yogyakarta. Salah seorang pencetus dan pendirinya adalah putera Kabupaten Agam (Luhak Agam) yakni H. Agus Salim dari Nagari Koto Gadang. Pada masanya gerakan pemuda Muslimin Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan strategis dalam membangun peradaban bangsa. Sejarah mencatat bagaimana para pemuda Muslim berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan, pembentukan identitas nasional, dan pengembangan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan masyarakat. Namun, di era modern ini, gerakan tersebut tampak mengalami stagnasi yang menghambat daya geraknya. Salah satu penyebab utama stagnasi ini menurut hemat kami adalah minimnya konsolidasi ideologis. Dalam […] - [PC Pemuda Muslimin Indonesia Natuna Gelar Turnamen Futsal U-23 dalam Rangka HUT ke-96](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pc-pemuda-muslimin-indonesia-natuna-gelar-turnamen-futsal-u-23-dalam-rangka-hut-ke-96/): Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-96, PC Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) Kabupaten Natuna menggelar Turnamen Futsal U-23 yang menjadi agenda tahunan mereka. Turnamen ini diikuti oleh 32 tim futsal usia U-23 dari berbagai daerah di Natuna dan digelar sebagai ajang pembinaan atlet futsal muda. Ketua PC Pemuda Muslimin Kabupaten Natuna, Sugianto Utomo, menjelaskan bahwa turnamen futsal ini sudah dua kali digelar dan menjadi program rutin baik di internal Pemuda Muslimin Indonesia Natuna maupun dalam kalender kegiatan Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Natuna. Menurut Sugianto, turnamen ini memiliki dua tujuan utama, yaitu memperingati HUT ke-96 Pemuda Muslimin Indonesia dan sebagai […] - [Bahasa Universal](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/bahasa-universal/): Oleh: Muhammad Asrul al Fatih, S.IP., M.Kom. …”Mengapa mereka begitu mempersulit orang untuk belajar?” Suatu malam si anak bertanya pada orang inggris itu. “Supaya orang-orang yang punya tanggung jawab untuk mengerti, bisa mengerti”, sahut si orang inggris. “Bayangkan seandainya semua orang dengan seenaknya mengubah logam menjadi emas. Emas akan kehilangan nilainya”. Lanjutnya lagi. Santiago, si penggembala domba yang mengambil jalan hidupnya untuk mengembara dari Spanyol menyeberang ke Mesir, atas suatu tujuan beroleh sebuah harta karun yang tertanam di dalam lumbung piramida. Sepertinya halnya seorang pengembara, Santiago berpapas dengan banyak macam dalam perjalanannya. Satu diantaranya adalah si Inggris, seorang mahasiswa yang […] - [Trilogi Tjokro Sebagai Kendaraan Meneggakkan Islam](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/trilogi-tjokro-sebagai-kendaraan-meneggakkan-islam/): Oleh: Ahmad Abdul Basyir, S.E. Zaman semakin edan! Semua manusia menikmati zaman ini yang penuh dengan kejahilan, ya kejqhiliahan yang bertransformasi dalam bentuk dan sifat modern. Manusia rapuh dan luluh pada hiasan-hiasan dunia. Mereka memandang dunia dengan keelokan parasnya. Padahal mereka sedang terbuai dalam belenggu kezaliman yang dilaknat oleh Allah Swt. Lantaran itu, S.M. Kartosuwiryo sang proklamator Negara Islam Indonesia (NII) pada tahun 1948 mengatakan, “Ikutilah zaman ini yang beredar secepat kilat. Kejarlah waktu dan janganlah biarkan waktu mengejar-ngejar kita.” Namun apa yang terjadi? Manusia terlena dengan keadaan dunia fana ini. Pada akhirnya waktu mengejarnya. Kenapa demikian? Karena, mereka tak […] - [Pemuda Muslim Natuna Bentuk Tim Sepak Bola](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pemuda-muslim-natuna-bentuk-tim-sepak-bola/): NATUNA – Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) Kabupaten Natuna, resmi membentuk tim Sepak Bola dan Futsal Pemuda Muslimin FC. Pembentukan tim Sepak Bola dan Futsal itu, di putuskan melalui hasil rapat pengurus yang di gelar di pendopo kediaman Ketua Pemuda Muslim Natuna, di Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, pada Minggu (08/01/2023) pagi. Ketua Pemuda Muslim Natuna, Sugianto Utomo, atau yang akrab disapa Yanto, menyebutkan, bahwa di bentuknya tim olah raga Pemuda Muslim ini, untuk memberikan warna baru di organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Natuna. “Kita ingin mengenalkan kepada masyarakat, bahwa selain membuat kegiatan kepemudaan yang berbau […] - [Islam Nusantara Garis Kiri (Bagian V)](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/islam-nusantara-garis-kiri-bagian-v/): Tanggapan atas tulisan Gus Ulil Abshar-Abdalla berjudul Islam Nusantara Sebagai ‘Cosmopolis’: Sejumlah Kritik dan Eksplorasi Teoretis Oleh: Saeful Ihsan, S.Pd., M.Pd. Islam yang progresif belum tentu langsung bisa disebut kiri. Sebab dewasa ini di Nusantara, mulai banyak bermunculan kelompok-kelompok Islam yang awalnya membid’ahkan demonstrasi kini juga mulai ikut-ikutan demo, dan itu sudah pasti merupakan arahan dari pemimpin kelompok. Tetapi tujuan mereka bukan untuk membela kaum tertindas, melainkan untuk apa yang mereka sebut “umat” dalam tafsir tertentu. Umat dibatasi pada orang Islam saja, entah kelas elit, menengah, maupun melarat. Umat di sini berkedudukan sebagai “identitas”. Jadi, pemegang KTP Islam yang tidak […] - [#7 Bagunkan dan Didik Rakyat!](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/bagunkan-dan-didik-rakyat/): Perjuangan di tengah medan kebangsaan dan keumatan, dalam pandangan Tjokroaminoto, mestilah berbasis pada kondisi obyektif rakyat. Dari sanalah lokomotif perjuangan digerakkan. Ini bermakna bahwa untuk mengubah kondisi rakyat, modal utamanya adalah kekuatan rakyat itu sendiri. Karena rakyat punya potensi kekuatan besar, tinggal perlu diaktualkan. Tugas para pemimpinlah memandu transformasi sosial dengan membangunkan rakyat, yang ibarat kata sedang tertidur lelap dininabobokan oleh realitas kesejahteraan semu. Tjokroaminoto yakin sedalam-dalamnya, “Apabila rakyat sudah bangun dari tidurnya, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi pergerakannya. Sejalan dengan teriakan Marco Kartodikromo, “Didiklah rakyat dengan pergerakan”,  Tjokro menjatuhkan pilihan pada upaya persatuan, melalui organisasi pergerakan berbasis […] - [Islam Nusantara Garis Kiri (Bagian IV)](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/islam-nusantara-garis-kiri-bagian-iv/): Tanggapan atas tulisan Gus Ulil Abshar-Abdalla berjudul Islam Nusantara Sebagai ‘Cosmopolis’: Sejumlah Kritik dan Eksplorasi Teoretis Oleh: Saeful Ihsan, S.Pd., M.Pd. Saya kira Islam itu tidak selesai dengan ritual. Apa guna kita penuhkan ibadah sehari semalam sepanjang masa jika tetangga kita, masyarakat kita, rakyat kita sendiri hidup dalam kemelaratan. Hidup mereka di gubuk-gubuk yang dibangun di atas tanah orang lain–atau di atas tanah mereka yang suatu saat akan dirampas oleh pemodal dengan manipulasi regulasi–yang suatu saat akan terusir dari sana. Bukan berarti peduli terhadap mereka sekadar dengan jalan bersedekah. Diperlukan sistem yang bisa mengeluarkan mereka dari kondisi yang demikian. Pertanyaannya […] - [Islam Nusantara Garis Kiri (Bagian III)](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/islam-nusantara-garis-kiri-bagian-iii/): Tanggapan atas tulisan Gus Ulil Abshar-Abdalla berjudul Islam Nusantara Sebagai ‘Cosmopolis’: Sejumlah Kritik dan Eksplorasi Teoretis Oleh: Saeful Ihsan, S.Pd., M.Pd. Kiri belum tentu komunis. Golongan kiri pada awalnya dialamatkan kepada parlemen Prancis selama masa revolusi (1788 – 1798) yang membela kepentingan rakyat kecil dan kaum miskin. Mereka duduk di sebelah kiri. Sedang bagi yang membela kepentingan kaum kelas atas, mereka duduk di sebelah kanan. Pada perkembangannya siapa saja yang membela kaum miskin, kaum buruh, serta golongan rakyat kecil lainnya disebut kaum kiri. Sepanjang sejarah, kelas itu selalu mendapat perlakuan yang diskriminatif. Olehnya itu, memperjuangkan nasib mereka seringkali menggunakan cara-cara […] - [#6 Sekuat-kuatnya Takut](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/6-sekuat-kuatnya-takut/): Mengapa Tjokroaminoto meletakkan rasa takut kepada Allah sebagai landasan gerak perlawanan yang digerakkan ya sepanjang hayat? Sebab meyakini bahwa sekuat-kuatnya takut kepada Allah akan mendorong seseorang untuk tidak lagi takut pada segenap anasir-anasir hidup yang bisa menggoyahkan komitmen kejuangan. Seseorang yang masih takut pada kejamnya penguasa, khawatir pada kemiskinan dan kehilangan harta-benda, serta was-was akan ditinggalkan anak dan bini, tak layak menyandang gelar pejuang. Itulah sebabnya, Tjokroaminoto selalu mewanti-wanti, “Tiap-tiap orang Islam tidak harus takut kepada siapa atau apapun juga, melainkan diwajibkan kepada Allah saja”. Tentu, ini bukan bermakna bahwa kita menjadi pemberani yang membabi-buta, ketidaktakutan pada selain Allah mesti […] - [Islam Nusantara Garis Kiri (Bagian II)](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/islam-nusantara-garis-kiri-bagian-ii/): Tanggapan atas tulisan Gus Ulil Abshar-Abdalla berjudul Islam Nusantara Sebagai ‘Cosmopolis’: Sejumlah Kritik dan Eksplorasi Teoretis Oleh: Saeful Ihsan, S.Pd., M.Pd. Tulisan ini tidak bermaksud mengkritisi narasi yang dibangun oleh Gus Ulil, melainkan menawarkan semacam terminologi lain bagi Islam Nusantara, bahwa identitas Islam Indonesia tidak selamanya kalem dan berorientasi membela kelompok. Ada beberapa bagian dari sejarah yang mengungkapkan adanya warna Islam yang sama sekali lain, yang berkembang di Nusantara, dan itu bisa dibilang turut menentukan jalannya sejarah bukan hanya bangsa, tetapi juga umat Islam secara spesifik. Saya menyebut mereka “Islam Nusantara Garis Kiri”. Islam Nusantara, singkatnya adalah Islam di Nusantara […] - [Islam Nusantara Garis Kiri (Bagian I)](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/islam-nusantara-garis-kiri-bagian-i/): Tanggapan atas tulisan Gus Ulil Abshar-Abdalla berjudul Islam Nusantara Sebagai ‘Cosmopolis’: Sejumlah Kritik dan Eksplorasi Teoretis Oleh: Saeful Ihsan, S.Pd., M.Pd. Gus Ulil Abshar-Abdalla menulis sebuah makalah berjudul “Islam Nusantara Sebagai ‘Cosmopolis’: Sejumlah Kritik dan Eksplorasi Teoretis” yang bertitimangsa Jatibening 20/06/2021. Saya menemukan makalah setebal 16 halaman itu dalam bentuk pdf di salah satu grup wasap yang saya ikuti. Isinya sangat menarik, tulisan itu sesungguhnya merupakan suatu kritik internal, sekaligus pengayaan istilah Islam Nusantara, sehingga istilah itu lebih bisa diterima secara objektif ketimbang harus dicurigai sebagai sesuatu yang apologetik. Sekurang-kurangnya ada empat poin besar yang yang diangkat oleh Gus Ulil. […] - [Panggil Aku Perempuan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/panggil-aku-perempuan/): Oleh: Dr. Nurrosida, S.P., M.P.* Aku telah mengakuimu sebagai bagian dari hidupku, teman sejalan yang kuanggap bisa mendukung impian dan cita-citaku Panggil aku perempuan. Bukan bunga. Karena itu hanya sekadar hiasan dan kumbang dapat menghisap wanginya lalu terbang sesuka hati. Bukan bulan, yang hanya terang diwaktu malam, lalu dengan semena-mena semua mahluk bisa melahap dan menelanjangi rupanya. Pun bukan dara, karena aku bukan burung yang dengan mudah disangkarkan. Aku perempuan dewasa yang ingin menuangkan semua ide-ide hebat dalam pikiranku. Panggil aku perempuan. Maka dengan sigap aku akan berpaling menatapmu, membalas sapamu, menghadiahkan senyum termanisku untukmu dan setia mendampingi hari-harimu, karena […] - [#5 Cinta Sebetul-betulnya](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/5-cinta-sebetul-betulnya/): Sebelum membahas soal kapasitas dan kompetensi seorang pemimpin, terlebih dahulu Tjokroaminoto mengingatkan bahwa modal awal seorang pemimpin rakyat yang sungguh-sungguh, adalah cinta. “Kalau kamu mau menjadi pemimpin rakyat yang sungguh-sungguh, lebih dahulu kamu harus cinta betul-betul kepada rakyat.” Demikian Tjokroaminoto menggariskan. #TjokroCorner makan, tidur, dan bekerja bersama rakyat Kesungguhan seorang pemimpin untuk memenuhi kebutuhan rakyat yang dipimpinnya, dibangun di atas pondasi cinta. Mereka yang tak mencintai rakyat, tak akan menjadi pemimpin rakyat yang sesungguhnya. Lalu bagaimana manifestasi cinta seorang pemimpin pada rakyatnya? Jang Oetama berkata, “Korbankanlah jiwa ragamu dan tenagamu untuk membela kepentingab rakyat, sebab kamu adalah satu bagian daripadanya.” […] - [17 Desember 1934 Tjokroaminoto Wafat, Di Mana Makamnya?](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/hari-ini-17-desember-bapak-bangsa-hos-tjokroaminoto-wafat-di-mana-makamnya/): Hari ini 17 Desember, genap 88 tahun HOS Tjokroaminoto pemimpin Sarekat Islam wafat. Ia wafat pada 1934. Bapak Bangsa yang memiliki nama lengkap Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto ini merupakan salah satu tokoh pergerakan Nasional. HOS Tjokroaminoto lahir di Ponorogo, Jawa Timur pada 16 Agustus 1882. Tjokroaminoto merupakan anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah bernama R.M. Tjokroamisno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu. Kakeknya, R.M. Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai Bupati Ponorogo. Ia menempuh pendidikan di OSVIA, Magelang dan lulus pada 1902. Ia bekerja sebagai juru tulis di kepatihan Ngawi hingga 1905, namun ia pindah ke Surabaya […] - [Perspektif Pemuda Muslimin Indonesia dalam Moderasi Beragama](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/perspektif-pemuda-muslimin-indonesia-dalam-moderasi-beragama/): Perspektif Pemuda Muslimin Indonesia  dalam Moderasi Beragama Author: Muhammad Sabri.A, Ardinal Bandaro Putiah Anggota Pemuda Muslimin Wilayah Sumatera Barat muhammadsabry54@g,mail.com  Pendahuluan Jenderal, Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan pihaknya telah menangkap 217 tersangka kasus terorisme sejak Januari hingga Mei 2021. Delapan tersangka di antaranya dilakukan tindakan tegas terukur. “Kita telah amankan 217 tersangka, 209 dalam proses penyidikan dan delapan tersangka dilakukan tindakan tegas terukur,” ujar Listyo dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (16/6).[1] Kasus di atas menunjukkan bahwa terorisme-radikalisme masih ada dan perlu diwaspadai serta di cegah. Selanjutnya, tindakan terorisme dan radikalisme di stimulusi oleh pemahaman tentang dalil-dalil teks suci. […] - [#4 Tauhid Ialah Koentji](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/4-tauhid-ialah-koentji/): Pada ulasannya perihal sandaran gerak perjuangan dalam Program Azas dan Tandhim PSII, Tjokroaminoto menegaskan posisi Tauhid sebagai sandaran pertama dan utama dalam gerak laju perjuangan Islam yang dihelat oleh Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). Uraian mengenai hal tersebut, lalu disebarluaskan untuk dijadikan sebagai sandaran gerak perjuangan umat Islam secara umum. Bahkan di hadapan kader-kader Jong Islamieten Bond yang mengikuti Kongres ke VI  di Bandung, 22 Desember 1928, Tjokro menegaskan hal tersebut. #TjokroCorner tidak bisa ia mendjadi berani dengan keberanian jang soetji dan oetama, kalau ada banjak barang jang ditakoeti dan disembahnja Dalam Memeriksai Alam Kebenaran, Jang Oetama mewasiatkan, “Tidak bisa […] - [Kurban Sebagai Doktrin dan Produk Sejarah](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/243327-2/): Oleh: Saeful Ihsan, S.Pd.I.* Selama ini kebanyakan orang memandang kurban hanyalah sebatas ajaran (doktrin) dalam Islam, berdasarkan peristiwa yang telah dicontohkan dalam sejarah. Tapi hanya berhenti sampai di situ, tidak menyelidiki seluruh seluk-beluk dan akar masalah mengapa seruan untuk berkurban itu muncul. Padahal, kurban, selain sebagai doktrin, juga adalah sebuah produk sejarah. Maka perlu kiranya menganalisis kurban dari dua sisi tersebut, demi menemukan makna-makna yang tersembunyi di balik peristiwa kurban itu. Kurban berasal dari kata dalam bahasa Arab qaraba yang berarti dekat. Asal kata itu juga telah diadopsi ke dalam bahasa Indonesia, yaitu karib atau kerabat. Kurban dalam ajaran Islam […] - [Zelfbestuur; Mengenang Kemerdekaan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/zelfbestuur-mengenang-kemerdekaan/): Oleh: Abdul Zahir, S.Pd., M.Pd. Zelfbestuur dalam beberapa hari ini menjadi kata yang begitu familiar. Banyak aktivis gerakan yang kemudian mempopulerkan kata ini dan kemudian menjadi bahan perbincangan oleh banyak orang. Zelfbestuur bukanlah kata yang bisa ditemukan dalam kamus Bahasa Indonesia, pun bukan bahasa daerah yang kemudian diserap sebagai bahasa nasional. Hingga ketika membincang Zelfbestuur akan menemui kehambaran karena ketidaktahuan makna yang melekat dalam kata tersebut. Wikipedia mengartikan Zelfbestuur sebagai bentuk pemerintahan sendiri. Makna ini sejalan dengan pidato H.O.S. Tjokroaminoto kala kongres Sarekat Islam 17 Juni 1916 dengan menyebut Zelfbestuur sebagai pemerintahan sendiri. Menurut Rambe (2008), Zelfbestuur sendiri merupakan ide […] - [HOS Tjookroaminoto: Perintis Integrasi Keilmuan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/hos-tjookroaminoto-perintis-integrasi-keilmuan/): Het hoogste kennisniveau, puur als puur monotheïsme, is net zo slim als slimme tactieken (Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat). Itu adalah hasil pemikiran HOS Tjokroaminoto paling berlian dan spektakuler. HOS Tjokroaminoto, bukan sekadar Bapak Bangsa, dia juga sebagai perintis integrasi keilmuan di dunia pendidikan. Dia adalah orang pertama memperkenalkan dedikotomisasi dalam dunia pendidikan. Idenya itu dilatarbelakangi oleh kondisi pendidikan ketika itu. Belanda datang dengan memperkenalkan pendidikan sekuler. Di lembaga pendidikan yang didirikan Belanda tidak boleh mengajarkan agama. Orang yang ingin belajar agama bisa dilakukan di luar sekolah, seperti dilakukan oleh Muhammad Natsir, Kasman Singodimejo, dan lainnya. Berbeda halnya dengan […] - [Zelfbestuur adalah Wasiat yang Harus Diperjuangkan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/zelfbestuur-adalah-wasiat-yang-harus-diperjuangkan/): Oleh Ahmad Abdul Basyir* Tiga seperdua abad menjadi bukti bahwa bangsa ini pernah berada dalam keterpurukan, karena dicengkeram oleh para aktivis kolonialisme (Belanda), sehingga membuat rakyat hidupnya terbelengguh dan terpenjarakan di rumah sendiri. Hal inilah yang meresahkan seorang tokoh pejuang islam bernama Hadji Samanhoedi, yang telah di pengaruhi oleh pemahaman Pan Islamisme, yang ia dapat ditanah arab kala berhaji. Setelah kembali ke nusantara, ia melihat terjadinya diskriminasi terhadap rakyat khususnya dibidang perdagangan karena para penjajah dan pedagang cina pada saat itu telah menguasai perdagangan dinusantara. Beliau bergegas hati dan berani membuat perhimpunan Sarekat Dagang Islam (SDI) pada tahun 1905. Sebagai […] - [Kongres Ke X Sepakati Rustam Jabat Sekum Pemuda Muslimin Indonesia Sulawesi Selatan](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/kongres-ke-x-sepakati-rustam-jabat-sekum-pemuda-muslimin-indonesia-sulawesi-selatan/): Pemudamuslimin-indonesia.or.id – Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan berhasil melaksanakan Kongres Wilayah X, untuk pemilihan Pimpinan Wilayah untuk masa Jihad 2022-2026 di Makasar 26-27 November 2022. Rustam yang menjabat Sekretaris Umum PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Takalar masa jihad 2016-2019 terpilih sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Sulawesi Selatan. Dan mendampingi Zaid Ali selaku Ketua Umum yang terpilih secara mufakat melalui musyawarah 7 (tujuh) orang tim formatur yang dipilih oleh utusan Pimpinan Cabang yang hadir. Ketujuh anggota formatur adalah 1 orang dari DPP SII, 1 orang dari PB Pemuda Muslimin Indonesia, 1 orang dari PW Sulsel Demisioner, serta […] - [PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Garut Masa Jihad 2022-2025 Resmi Dilantik Ketua Pimpinan Wilayah Jawa Barat](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pc-pemuda-muslimin-indonesia-kabupaten-garut-masa-jihad-2022-2025-resmi-dilantik-ketua-pimpinan-wilayah-jawa-barat/): PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Garut Masa Jihad 2022-2025 Resmi Dilantik Ketua Pimpinan Wilayah Jawa Barat   Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) Kabupaten Garut Masa Jihad 2022-2025 Resmi Dilantik Ketua Pimpinan Wilayah Jawa Barat yang bertempat di Pendopo Garut. Dalam kesempatan acara berlangsung. Hadir Sekda Garut Nurdin Yana, Ketua MUI KH. Sirojul Munir, Ketua Pimpinan Wilayah Syarikat Islam Provinsi Jawa Barat, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia  Provinsi Jawa Barat, Ketua Pertimbangan Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Garut, Ketua KNPI, dan tamu undangan lainnya. Ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Jawa Barat mengambil sumpah dan secara resmi melantik […] - [Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel Gelar Kongres X di Makassar](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pemuda-muslimin-indonesia-sulsel-gelar-kongres-x-di-makassar/): Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel Gelar Kongres X di Makassar   Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Kongres Wilayah ke X di Hotel Mutiara Khadijah Sudiang, Sabtu-Ahad (26-27 November 2022. Perhelatan yang diikuti oleh utusan dari 18 (delapan belas) Pimpinan Cabang yang ada di Sulawesi Selatan, dibuka langsung oleh Ketua III Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia, Ardinal Bandaro Putiah dengan disaksikan oleh Gubernur Sulsel yang diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat. Dalam sambutannya, Ardinal mengingatkan para kader Pemuda Muslimin Indonesia untuk menjaga rasa malu, sebab bila hal itu sudah hilang, maka perbuatan-perbuatan tercela akan dilakukan tanpa merasa bersalah. […] - [Kader Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel Diminta untuk Menguasai berbagai Jobs Skill](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/kader-pemuda-muslimin-indonesia-sulsel-diminta-untuk-menguasai-berbagai-jobs-skill/): Kader Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel Diminta untuk Menguasai berbagai Jobs Skill Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia, Muhammad Kasman meminta agar kader Pemuda Muslimin di Sulawesi Selatan agar menyiapkan diri untuk bisa eksis di era komunikasi. “Seperti ramalan Alvin Toffler, hari ini kita sudah berada di gelombang ketiga peradaban, era teknologi. Siapa yang bisa bertahan dari hempasan gelombang ini, adalah mereka yang menyiapkan diri.” Tegasnya. Menurut Kasman, beberapa waktu lalu, World Economic Forum telah merilis 10 (sepuluh) Jobs skill yang harus dimiliki untuk bisa mengukuhkan eksistensi pada tahun 2025 mendatang. Kesepuluh jobs skill tersebut adalah: Analytical Thinking and Innovation; […] - [Zaid Pimpin Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel Periode 2022-2026](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/zaid-pimpin-pemuda-muslimin-indonesia-sulsel-periode-2022-2026/): Zaid Pimpin Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel Periode 2022-2026 Tanpa hambatan berarti, pelaksanaan Kongres Wilayah X Pemuda Muslimin Indonesia Prov. Sulsel berhasil menghasilkan Pimpinan Wilayah untuk masa Jihad 2022-2026. Zaid Ali akhirnya terpilih secara mufakat melalui musyawarah 7 (tujuh) orang tim formatur yang dipilih oleh utusan Pimpinan Cabang yang hadir. Ketujuh anggota formatur adalah 1 orang dari DPP SII, 1 orang dari PB Pemuda Muslimin Indonesia, 1 orang dari PW Sulsel Demisioner, serta empat orang dari PC (Luwu, Sidrap, Sinjai, dan Takalar). Selain menyepakati Zaid sebagai Ketua Umum Wilayah, formatur juga menunjuk Rustam sebagai Sekretaris Wilayah, dan Ilham Hs. Sebagai Bendahara […] - [REFLEKSI MILAD 94 TAHUN PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA (25 November 1928 – 25 November 2022)](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/refleksi-milad-94-tahun-pemuda-muslimin-indonesia-25-november-1928-25-november-2022/): REFLEKSI MILAD 94 TAHUN PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA (25 November 1928 – 25 November 2022) Muhtadin Sabili “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang berjuang di Jalan-Nya dalam barisan yang teratur, bagaikan tembok yang kokoh kuat” (QS. As-Shaff : 4)   Alhamdulillah Pergerakan Pemuda Muslimin Indonesia pada hari ini, Jumat 01 Jumadil Awwal 1444H/ 25 November 2022 memasuki usia 94 tahun, masih diberi kesempatan dalam menata organisasi dan melanjutkan cita-cita pergerakan yang awal mula di deklarasikan pada tanggal 25 November 1928 (1347 H) oleh para pendiri pergerakan pemuda muslimin di kota Yogyakarta. Pada awalnya pergerakan ini berupaya untuk menghimpun kekuatan dan menggalang persatuan […] - [#3 Turun Ke Desa](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/3-turun-ke-desa/): Bagi Tjokroaminoto kepemimpinan bukan semata perkara kedudukan dan jabatan formal. Kepemimpinan adalah bagaimana seseorang menjadi pihak yang hadir bersama masyarakat, dan lalu menjawab kebutuhan mendasar dari massa rakyat yang dipimpinnya. Dengan tegas, Sang Guru Bangsa mengingatkan pada segenap mereka yang mendaku diri sebagai pemimpin, khususnya pemimpin umat. “Terjunlah di kalangan masyarakat, pimpinan rakyat di desa-desa. Terjunlah jadi dukunnya rakyat kaum tani di desa-desa.” Begitu kata Jang Oetama. #TjokroCorner memanggil pemimpin umat turun ke desa-desa Dalam konteks kepemimpinan Islam, Jang Oetama menggariskan agar pemimpin umat tidak mempolitisasi Islam untuk kepentingan sesaat, melainkan benar-benar menjadikan Islam sebagai jawaban atas problem kebangsaan yang […] - [#2 Setajam-tajam Pikiran](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/2-setajam-tajam-pikiran/): Dalam karya pamungkasnya, Memeriksai ‘Alam Kebenaran’, H.O.S. Tjokroaminoto menegaskan tentang urgensi pikiran dalam memahami substansi agama. “Oentoek mengenal dan mengetahoei harga kebaikannja sesoeatoe Igama, haroeslah kita melihat, memandang dan memikirkan Igama itoe daripada tempat pendiriannja seorang pelajar jang mempergoenakan setadjam-tadjam fikirannja (critisch)” Begitu kalimat pembuka Jang Oetama dalam risalah yang merupakan transkrip pidatonya di hadapan para pemuda yang tumpah ruah memenuhi ruang sidang Kongres ke VI Jong Islamieten Bond di Bandung, 22 Desember 1928. #TjokroCorner adalah ruang menakar kebenaran dengan neraca setajam-tajam pikiran Pernyataan ini menabalkan bahwa pikiran yang tajam merupakan perangkat mutlak untuk mengenal dan mengetahui nilai substansial dari […] - [Sebagian dari Pidato HOS Tjokroaminoto mengenai Zelfbestuur](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/sebagian-dari-pidato-hos-tjokroaminoto-mengenai-zelfbestuur/): Kongres yang terhormat, Amat berbahagialah kami bahwasanya ini hari dengan pertolongan Tuhan kami dapat memimpin persidangan besar ini yang dihadiri Oleh pembesar-pembesar yang termulia, tuan-tuan tamu yang terhormat dan saudara-saudara yang tercinta wakil-wakil dari beberapa perhimpunan lokal Sl dan lain-lain. Tuan dan saudara sekaliannya yang hadir di Sini, atas namanya perhimpunan Central Sarekat Islam kami mengucap selamat datang dan assalamualaikum dan mengucapkan beribu terima kasih kepada sekalian tuan-tuan dan saudara-saudara- kedatangan tuan-tuan tamu ialah menunjukkan bahwa beliau sekalian turut memikirkan nasibnya perhimpunan kita, dan kedatangan saudara-saudara kaum SI membuktikan cintanya dan sayang pada perhimpunannya. Kongres yang terhormat, ini merupakan suatu […] - [Zelfbestuur dan Tanggungjawab Menunaikannya](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/zelfbestuur-dan-tanggungjawab-menunaikannya/): Oleh: Isbawahyudin* Proklamasi kemerdekaan yang tiap tahun kita peringati pada 17 Agustus 1945 sejatinya tidak berasal dari sebuah ruang kosong yang datang begitu saja, melainkan sebuah perjalanan panjang yang berliku lagi terjal. Bangsa ini selama tiga seperdua abad dalam cengkeraman penjajah, rakyat hidup seperti kata Tjokroaminoto, bagai sapi perahan yang diberi makan hanya untuk susunya. Sekian lama bumiputera berjuang membebaskan diri namun tetap saja tidak berhasil, salah satu sebabnya karena kita berjuang sendiri-sendiri: Aceh hanya untuk Aceh, Ambon hanya untuk Ambon, Bugis hanya untuk Bugis, Jawa hanya untuk Jawa. Kita berjuang bukan untuk sebuah bangsa, bukan untuk natie, tapi sekedar […] - [#1 Tjokro Corner Menyapa](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/1-tjokro-corner-menyapa/): Tjokro Corner adalah ikhtiar, sebentuk upaya meruahkan wacana dan meriuhkan narasi berbasis serpih pemikiran bernas dari Sang Guru Bangsa, Tjokroaminoto. Darinya mengalir deras tiga arus pemikiran besar yang berkontribusi bagi Indonesia: nasionalisme, islamisme, dan sosialisme. Teroka ulang atas buah pikir Jang Oetama ini semoga bisa menjadi pemantik kesadaran anak bangsa untuk kembali merajut mozaik republik. #TjokroCorner meneroka ulang serpih pemikiran Jang Oetama Sebagai sebentuk oase yang menampung berbagai noktah pemikiran dan ujaran-ujaran Tjokro, #TjokroCorner menjadi ruang persamuhan bagi pecandu Tjokro. Perspektif Tjokro coba disegarkan untuk menjadi konsumsi generasi milenial, generasi yang ramah teknologi dan media sosial. Ruang ini menjadi ikhtiar […] - [Pemuda Muslimin Indonesia Tegas Menolak Penundaan Pemilu](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pemuda-muslimin-indonesia-tegas-menolak-penundaan-pemilu/): PB Pemuda Muslimin Indonesia mendukung penuh aksi demonstrasi yang akan dilakukan mahasiswa di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (11/4/2022) pekan depan. Hal tersebut disampaikan Ketum PB Pemuda Muslimin Indonesia, Muhtadin Sabili, Jumat (8/4/2022). Menurut dia, aksi demonstrasi mahasiswa merupakan gerakan murni untuk menentang segela bentuk keserakahan. “Kita dukung dong gerakan mahasiswa yang murni membela aspirasi rakyat yang sedang terhimpit ekonominya, gerakan yang menentang segala keserakahan dan ketamakan oligarki serta pengkhianatan elite kepada konstitusi dengan penundaan dan perpanjangan periode. Wajib kita lawan,” ujar Sabili. Bagi Pemuda Muslimin Indonesia, penundaan pemilu merupakan upaya mengkorupsi demokrasi yang sementara terus diperbaiki. Sehingga upaya mendorong […] ## Pages - [Syarikat Islam Minta Semua Pihak Redam Suasana Pasca Wafatnya Driver Ojol dalam Demo](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/berita-artikel/syarikat-islam-minta-semua-pihak-redam-suasana-pasca-wafatnya-driver-ojol-dalam-demo/): Syarikat Islam dorong pemerintah tindak aparat yang sebabkan driver ojol wafat. Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Indonesia (SII), Muflich Chalif Ibrahim meminta semua pihak untuk membantu meredam suasana setelah wafatnya seorang pengemudi ojek online dalam aksi demonstrasi pada Kamis (28/8/2025). Driver ojol bernama Affan Setiawan (21 tahun) itu meninggal dunia setelah ditabrak dan dilindas mobil Brimob di tengah aksi yang berlangsung ricuh. “Mengajak semua pihak para penyelenggara negara, aparat keamanan, sipil, tokoh agama dan tokoh masyarakat membantu untuk mendinginkan keadaan suasana,” ujar Chalif pada Jumat (29/8/2025). Ia pun menekankan pentingnya menahan diri demi menjaga keamanan dan kondusifitas bersama. “Jangan mau di adu domba dengan […] - [Kegagalan Sistem Coretax dan Rontoknya IHSG](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/hubungan-kinerja-coretax-dengan-situasi-dan-kondisi-ihsg/): oleh : Renaldi Davinci IHSG adalah barometer utama yang mencerminkan kondisi perekonomian suatu negara, mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas fiskal, kebijakan perekonomian, serta efisiensi sistem perpajakan. Dalam konteks ini, Coretax, sebagai sistem administrasi perpajakan digital, memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi investor. Jika sistem ini berfungsi optimal, ia akan meningkatkan transparansi, meminimalkan penghindaran pajak, dan memperkuat penerimaan negara. Sebaliknya, kegagalan dalam implementasi Coretax dapat menimbulkan konsekuensi sistemik yang berakhir pada penurunan IHSG. Coretax dan Efisiensi Administrasi Pajak Coretax dirancang untuk meningkatkan akurasi dan transparansi dalam pengelolaan pajak. Sistem ini diharapkan mampu menutup celah penghindaran pajak serta meningkatkan penyediaan wajib pajak. […] - [Karya](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/karya/) - [Pimpinan Wilayah](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pimpinan-wilayah/): Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia tersebar di seluruh pelosok tanah air. Silakan klik pada nama provinsi untuk mendapatkat informasi mengenai Pimpinan Wilayah masing-masing.   01. Nanggroe Aceh Darussalam (Ibu Kota Banda Aceh) 02. Sumatera Utara (Ibu Kota Medan) 03. Sumatera Selatan (Ibu Kota Palembang) 04. Sumatera Barat (Ibu Kota Padang) 05. Bengkulu (Ibu Kota Bengkulu) 06. Riau (Ibu Kota Pekanbaru) 07. Kepulauan Riau (Ibu Kota Tanjung Pinang) 08. Jambi (Ibu Kota Jambi) 09. Lampung (Ibu Kota Bandar Lampung) 10. Bangka Belitung (Ibu Kota Pangkal Pinang) 11. Kalimantan Barat (Ibu Kota Pontianak) 12. Kalimantan Timur (Ibu Kota Samarinda) 13. Kalimantan Selatan […] - [Tentang Kami](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/tentang-kami/) - [PENDAFTARAN KADER](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/pendaftaran-kader/) - [Berita](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/berita-artikel/) - [Gallery](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/gallery-2/) - [Contact](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/gallery/) - [Sejarah Pemuda Muslimin Indonesia](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/sejarah-pemuda-muslimin-indonesia/) - [Pemuda Muslimin Indonesia](https://pemudamuslimin-indonesia.or.id/) [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)