Peryataan Sikap Pemuda Muslim Sulsel Terkait Perayaan Valentine

Makassar (Pemuda Muslim Online) — Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan pernyataan sikap terkait Perayaan Hari Valentine, 14 Februari 2016.

Perayaan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang jatuh pada tanggal 14 Februari setiap tahun. Secara tegas, Islam tidak mengenal ajaran tentang Hari Kasih sayang seperti ini.

Dalam Islam, kasih sayang atau marhamah, tidak membutuhkan perayaan atau momentum khusus, sebab hal ini menjadi substansi dari ajaran Islam yang selayaknya diimplementasikan sepanjang masa.

Menyikapi hal ini, maka Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan periode 2014 – 2018 menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Peringatan Hari Valentine bukan merupakan ajaran Islam, bahkan merupakan sebuah tradisi jahiliah yang bertentangan dengan Islam;
2. Menyerukan kepada seluruh kader dan Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia se-Sulawesi Selatan untuk tidak terlibat dalam perayaan Hari Valentine;
3. Mengajak seluruh elemen umat Islam se-Sulawesi Selatan untuk tak henti-hentinya mengingatkan umat Islam agar tidak terjebak pada tindakan maksiat;
4. Menghimbau Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab./Kota se-Sulawesi Selatan untuk berperan aktif dalam meminimalisir ekses negatif perayaan Hari Valentine di Wilayahnya masing-masing;
5. Mendukung penuh kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab./Kota se-Sulawesi yang mengeluarkan larangan perayaan Hari Valentine di Wilayahnya masing-masing;
6. Meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku seks bebas dan bentuk maksiat lainnya yang berkedok perayaan Hari Valentine;
7. Mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan suasana aman, damai dan tenteram di daerah ini.

Fattaqulloha Mastatho’tum
Billahi fi sabilil haq

Makassar, 13 Februari 2016

Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan
Baihaqi Zakaria, S.Si. (Ketua II)