Pemuda Muslim NTB Kecam CAR WASH SHOW Lombok Epicentrum Mall

Mataram (Pemuda Muslim Online) — Ketua Pemuda Muslim Nusa Tenggara Barat, Dian Sandi Utama mengecam aksi sejumlah wanita berpenampilan seronok pada acara CAR WASH yang diadakan di pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Sriwijaya Kota Mataram, Lombok Epicentrum Mall.

Menurut Dian Sandi, penyelenggara kegiatan Epicustom yang diselenggarakan 26-29 Mei tersebut lebih mengedepankan kearifan lokal serta menjaga nama baik Mataram yang telah dikenal sebagai kota religious tersebut.

“DI tempat itu kan pusat perbelanjaan warga yang tidak hanya dikunjungi orang dewasa dan para orang tua, tetapi juga anak-anak dan remaja yang belum pantas menonton secara vulgar penampilan para wanita seksi itu,” kata Dian Sandi Utama di Praya Lombok Tengah, Selasa (31/5/2016).

Dian Sandi Utama menjelaskan, seharusnya penyelenggara kegiatan apapun di tempat umum terlebih di pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi kalangan remaja dan anak-anak harus mengedepankan sisi edukasi, sehingga menjadi layak tontonan publik. Terlebih pada usia remaja dan anak-anak yang masih lebih cenderung untuk meniru apa yang mereka sukai.

Karena itu, kata Dian Sandi Utama, Pemuda Muslim Nusa Tenggara Barat mendorong pemerintah Kota Mataram dan Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk segera mengambil langkah tegas kepada pihak LEM maupun penyelenggara jika dipihak-ketigakan. Sebab, saat ini aksi tersebut juga mendapat reaksi beragam dari para netizen di media sosial.

“Acaranya memang telah selesai, tetapi setidaknya harus disikapi dan ditindak tegas agar tidak terulang kembali pada masa-masa yang akan datang. Cukup ini yang pertama dan terakhir. Pemerintah juga harus meninjau izin penyelenggaraannya,” tegas Dian Sandi.

Dian Sandi menyebutkan, pulau Lombok selama ini dikenal sebagai pulau seribu masjid yang sangat kental dengan nuansa Islami. Demikian pula beberapa bulan lalu, nama Lombok semakin merambah ke dunia internasional setelah terpilih sebagai tempat wisata halal dunia. “Jadi, jangan ciderai dengan hal-hal yang sama sekali tidak lucu dan bertentangan dengan ajaran agama,” tandas Dian Sandi.

Jika pemerintah Kota Mataram maupun pihak Provinsi Nusa Tenggara Barat tidak bersikap tegas terhadap penyelenggaraan kegiatan itu, Pemuda Muslim Nusa Tenggara Barat akan menempuh upaya hukum legal standing terhadap pihak LEM maupun penyelenggara.

“Jika dalam dua minggu tidak ada respons dari pemerintah daerah, kami akan layangkan gugatan legal standing ke pengadilan jika pemerintah tidak bertindak. Sebab, ini telah bertentangan dengan ajaran agama Islam,” pungkas Dian Sandi.

sumber : lombokita.com